Selasa, 11 Desember 2018 |
News Room - Pemerintahan - Hukum

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Dijebloskan ke Penjara

Kamis, 16 Agt 2018 | 20:19 WIB Dibaca: 1404 Pengunjung

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Sigit Wardojo. [dok: NEWSmedia]*

SERANG, [NEWSmedia] - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten melakukan penahanan terhadap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Banten, Sigit Wardojo, di Rutan Klas IIB Serang, Kamis (16/8/2018).

Sigit ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan genset di RSU Banten senilai Rp2,2 miliar.

Selain Sigit, dua tersangka lainnya juga ditahan, yaitu berinisial A dan E yang merupakan pihak swasta dalam pengadaan genset tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun, ketiga tersangka menjalani pemeriksaan di kantor Kejati Banten sejak pagi hari. Setelah pemeriksaan selesai sekitar pukul 16.00 WIB, ketiganya diangkut menggunakan mobil tahanan kejaksaan. Sigit dan E dijebloskan ke Rutan Klas IIB Serang, sedangkan A ditahan di Lapas Pandeglang.

Kepala Seksi (Kasi) Penkum Kejati Banten, Holil Hadi saat dikonfirmasi membenarkan penahanan ketiga tersangka tersebut.

“Pemeriksaan hari ini, tiga orang itu, kalau saya inisial S, A dan E, ditahan dalam rangka penahanan penyidik 20 hari,” kata Holil, melalui sambungan telefon.

Namun, Holil tidak menjelaskan lebih detail mengenai proses selanjutnya yang akan dilakukan, begitupun saat ditanya mengenai peran ketiga tersangka dalam kasus tersebut.

“Sementara itu saja dulu soal penahanan,” kata dia.

Untuk diketahui, Kejati Banten menetapkan ketiganya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara sekitar Rp600 juta.

Kasus pengadaan genset tersebut merupakan tindak lanjut dari temuan laporan hasil pemeriksa keuangan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Banten dan Inspektorat Provinsi Banten.

Berdasarkan LHP BPK terdapat kerugian negara sebesar Rp500 juta. Sedangkan dari LHP Inspektorat Banten lebih dari Rp500 juta.

Temuan LHP tersebut berdasarkan perhitungan pengadaan genset yang diduga terdapat mark up atau kemahalan harga. Adanya perbedaan terkait hasil audit dua instansi tersebut membuat penyidik Kejati Banten mencari jalan tengah dengan menggandeng auditor dari BPKP Perwakilan Banten. [kb]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Dijebloskan ke Penjara

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top