Jumat, 26 April 2019 |
News Room - Pariwisata

Kemenpar Gandeng Dosen dan Mahasiswa KKN untuk Bikin Desa Wisata

Kamis, 21 Mar 2019 | 11:30 WIB Dibaca: 357 Pengunjung

Kegiatan ToT Kemenpar terhadap para dosen dari beberapa perguruan tinggi di DKI dan Banten. Kegiatan diselenggarakan di Kota Serang mulai Selasa (19/3/2019) sampai Kamis (21/3/2019).*

SERANG, [NEWSmedia] - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tengah gencar mendorong tumbuhnya objek-objek wisata di desa. Salah satunya adalah membuat program desa wisata dengan melibatkan para dosen dan mahasiswa yang mempunyai tugas melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Rencana program dan arahan pengembangan desa wisata yang akan melibatkan para dosen dan mahasiswa itu dibahas dalam Training Of Trainers (TOT) Kemenpar yang diselenggarakan di salah satu hotel di Kota Serang. Kegiatan itu berlangsung tiga hari, sejak Selasa 19 Maret hingga Kamis 21 Maret 2019.

Peserta kegiatan ini adalah dosen dari berbagai perguruan tinggi di Banten dan DKI Jakarta. Di antaranya dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten, Universitas Banten Jaya (Unbaja), Universitas Mathlaul Anwar (Unma) Pandeglang, Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang, Universitas Serang Raya (Unsera), STP Sahid Jakarta dan Politeknik Sahid Jakarta.

Kepala Bidang Pengembangan Masyarakat Pariwisata Kemenpar RI Ambar Rukmi, mengatakan, keunikan atau ciri khas dan karakter yang dimiliki suatu daerah merupakan modal bagi daerah tersebut.

“Pariwisata identik dengan keunikan, ciri khas atau karakternya sendiri. Itu adalah modal bagi suatu daerah untuk dikenal oleh banyak orang,” kata Ambar Rukmi, pada hari pertama pembukaan acara.

Ambar mengungkapkan, banyak objek wisata yang sudah matang secara tempat dan keindahannya, namun tidak dikemas dan dipromosikan dengan baik.

Diharapkan, para dosen tersebut bisa mendorong setiap kelompok mahasiswa pada saat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk membangun dan mengembangkan destinasi wisata di desa.

Ditegaskan Ambar, Kemenpar memang sedang mendorong tumbuhnya destinasi-destinasi wisata desa di Indonesia. Termasuk di Banten, banyak desa yang sebenarnya bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata.

Para dosen yang menjadi peserta ToT ini juga diminta untuk membuat laporan secara menyeluruh terkait progres pendampingan terhadap mahasiswa yang melaksanakan KKN mengembangkan destinasi wisata desa.

"Jadi pelaporan kegiatan selama pendampingan harus dilaporkan secara menyeluruh dan detail kepada kami (Kemenpar). Apabila sudah bisa mandiri, maka desa pendampingan tersebut telah berhasil mengembangkan desa wisata," katanya. [adi]

Penulis: Muhammad Adi
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Kemenpar Gandeng Dosen dan Mahasiswa KKN untuk Bikin Desa Wisata

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top