Senin, 10 Mei 2021 |
News Room - Politik - Banten Memilih

Kemenangan Telak WH-Andika di Kota Tangerang Dinilai Wajar, Ini Penjelasannya

Minggu, 19 Feb 2017 | 18:57 WIB Dibaca: 2977 Pengunjung

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Wahidin Halim-Andika Hazrumy. (Dok: NEWSmedia)

TANGERANG, [NEWSmedia] - Hasil quick count maupun real count KPU untuk Pilkada Banten 2017, menempatkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Wahidin Halim dan Andika Hazrumy (WH-Andika) unggul dari pasangan Rano Karno dan Embay Mulya Syarief (Rano-Embay).

Dari delapan daerah, pasangan WH-Andika menang di dua daerah yakni Kota Tangerang dan Kabupaten Serang, sedangkan Rano-Embay menang di enam daerah (Kota Serang, Cilegon, Pandeglang, Lebak, Tangsel dan Kabupaten Tangerang.

Meski hanya menguasai dua daerah, kemenangan WH-Andika di dua daerah tersebut signifikan. Di Kota Tangerang, pasangan WH-Andika meraih 505.833 suara (66.8%) dan Rano-Embay meraih 251.084 suara (33.2%). Sementara di Kabupaten Serang, pasangan WH-Andika meraih 365.685 suara (55.3%) dan Rano-Embay meraih 295.594 suara (44.7%).

Sementara kemenangan Rano-Embay di enam daerah tidak terlalu signifikan atau selisih tipis dengan suara WH-Andika. Secara umum, data sementara real count hingga Minggu (19/2/2017) petang, pasangan WH-Andika tercatat unggul dari pasangan Rano-Embay dengan perolehan 50,93 dan 49,07 persen suara. Selisih suara kemenangan WH-Andika terhadap Rano-Embay mencapai 88 ribu suara.

Atas kekalahan di Kota Tangerang, pasangan Rano-Embay menuduh kubu WH-Andika melakukan kecurangan. Pasangan yang diusung PDIP, PPP dan NasDem itu tidak terima dengan perolehan hasil suara WH-Andika di Kota Tangerang.

Berita terkait: Kalah 1,88% di Pilkada Banten, Rano-Embay Cari Celah di Kota Tangerang dan Serang

Peneliti Lembaga Survei Stratak Indonesia (LSSI/Stratakindo) Octarina Soebardjo mengatakan, keunggulan telak Wahidin-Andika di Kota Tangerang sudah diprediksi sejak awal. “Sedari awal kami menyelenggarakan survei pilkada Banten, posisi WH selalu unggul telak di Kota Tangerang," ujar Octarina.

Octa menambahkan, perolehan suara WH-Andika yang amat dominan di Kota Tangerang bukan suatu keanehan. Menurutnya, jika merujuk pada sejarah pelaksanaan pilkada di Kota Tangerang, perolehan suara Wahidin di Pilkada Banten saat ini malah menurun.

Diketahui, pada pemilihan Wali Kota Tangerang tahun 2008, Wahidin Halim meraih suara 89,4 persen. Kemudian pada Pilkada Banten tahun 2011, Wahidin memperoleh suara sebesar 72,79 persen.

“Bila dibandingkan dari dua Pilkada sebelumnya, perolehan suara WH saat ini justru turun,” terangnya.

“Saya kira Rano dan tim strategi serta para ahli yang ada di belakangnya, harus jujur secara ilmiah dan sewajarnya, menempatkan Kota Tangerang adalah lumbung suara atau basisnya WH,” sambung Octa.

Baca juga: Hasil 4 Quick Count Pilkada Banten 2017: WH-Andika Menang

Secara terpisah, pengamat politik Veri Muhlis Arifuzzaman menyatakan kemenangan WH-Andika di Pilkada Banten 2017 ini sudah diprediksi jauh hari. “Saya sudah lama memprediksi pilkada ini akan dimenangkan Wahidin-Andika. Itu karena Wahidin memang punya prestasi dan pengalaman memerintah, sedangkan Andika punya jaringan pemenangan yang solid dan terlatih,” ujarnya.

“Tidak ada yang aneh dengan kemenangan ini. Yang aneh kalau sebaliknya,” tutur Veri yang merupakan Direktur Lembaga Survei dan Kantor Konsultan Politik Konsepindo Research & Consulting itu.

Veri juga mengatakan, kemenangan pasangan WH-Andika di Kota Tangerang terjadi karena kinerja dan prestasi Wahidin Halim yang sudah dirasakan oleh masyarakat Kota Tangerang. “WH itu tak terbantah adalah Bapak Pembangunan Kota Tangerang. Silakan cek ke bawah, tanya rakyat di sana. Jadi kalau Rano tidak tahu itu, ngapain aja waktu jadi gubernur kemarin,” ujarnya.

Sementara untuk kemenangan pasangan WH-Andika di Kabupaten Serang, Veri juga menilai hal itu wajar. Sebab daerah itu, kata dia, merupakan basis kekuatan keluarga Andika.

“Jika melihat pada potensi yang dimiliki pasangan ini, seharusnya Wahidin-Andika itu unggul telak di banyak kabupaten-kota di Banten. Itu karena parpol pengusung yang banyak, kepala daerah yang berasal dari parpol pengusung dan seabreg alasan lain. Jadi kemenangan hanya di dua daerah ini sebenarnya buruk,” katanya. [ard]

Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Kemenangan Telak WH-Andika di Kota Tangerang Dinilai Wajar, Ini Penjelasannya
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top