Minggu, 25 Februari 2018 |
Peristiwa - News Gallery

Kemegahan Museum Angkut Malang

Sabtu, 14 Okt 2017 | 16:07 WIB Dibaca: 326 Pengunjung

Museum Angkut Malang.*

[NEWSmedia] - Kota Batu di Malang menjadi destinasi populer wisatawan mancanegara dan domestik di Jawa Timur. Pelesiran seharian dari pagi hingga malam hari masih belum cukup untuk menjelajahi Kota Apel ini.

Salah satu obyek wisata yang masuk dalam daftar wajib kunjung adalah Museum Angkut. Museum alat-alat transportasi terbesar di Indonesia ini buka setiap hari mulai pukul 11.00 WIB hingga 20.00 WIB. Tiket masuknya saat hari libur adalah Rp 100 ribu per orang.

Museum Angkut berbeda dari museum kebanyakan. Pengunjung yang baru pertama kali datang ke sini pasti kecolongan karena mengira obyek yang bisa diamati hanya sampai di lantai tiga saja.

Jangan buru-buru pulang ya? Ada jalan terusan dari lantai dua yang akan membawa Anda ke petualangan lebih besar lagi. Jalan terusan itu tak ubahnya seperti pintu kemana saja milik Doraemon. 

Berikut sepuluh zona utama di Museum Angkut Malang yang kami kunjungi:

Zona 1 
Adalah hall utama yang Anda jumpai begitu melewati pintu masuk. Puluhan koleksi mobil dan angkutan dari berbagai negara dari waktu ke waktu ada di sini. Anda juga akan melihat langsung helikopter kepresidenan pertama Indonesia yang ditumpangi oleh Almarhum Bapak Soekarno.

Zona 2
Gangster Town & Broadway Street. Anda tidak perlu pergi jauh ke luar negeri jika hanya ingin berfoto seperti kondisi asli di negara asalnya. Pengunjung yang belum pernah ke sini pasti akan tertipu dengan hasil foto Anda, misalnya saat Anda menunjukkan hasil jepretan kamera berdiri di Broadway Street yang persis dengan kondisi aslinya, sebab didesain serba 70-an.

Zona 3 
Zona Eropa yang memperlihatkan berbagai koleksi mobil dan desain bangunan ala Italia, Belanda, Prancis, Jerman, dan Inggris. Ada miniatur Menara Eiffel juga di sini.

Zona 4
Zona Edukasi. Anak-anak usia sekolah paling cocok berada di area seluas 900 meter ini. Mereka dapat belajar sejarah transportasi dari waktu ke waktu. Ada berbagai kapal layar dari zaman kerajaan di Nusantara dahulu. Ada juga pengenalan mobil dan energi.

"Mobil listrik Tucuxi yang mengalami kecelakaan kala dikendarai mantan Menteri BUMN Dahlah Iskan beberapa tahun lalu juga dipajang di sini," kata Rifki Bogara, salah seorang pengunjung dari Kota Denpasar.

Zona 5
Runway 27. Ini merupakan zona yang isinya aneka koleksi pesawat terbang. Mata pun tertuju pada sebuah restoran bertemakan ruang pesawat di area ini. Restoran ini menjadi favorit keluarga karena suasana makannya seperti berada di dalam pesawat.

Zona 6
Sunda Kelapa dan Batavia. Anda boleh saja berada di Malang, tapi bisa merasakan suasana Sunda Kelapa ala Jakarta Tempo Doeloe. Ada tiruan dari Pelabuhan Batavia, menara syahbandar, dan beraneka angkutan tua kala itu.

Zona 7
Istana Buckingham. Ingin melihat bentuk Istana Buckingham yang tersohor itu? Ada di sini. Anda bisa berfoto langsung dengan patung Ratu Elizabeth dan juga pengawal ratu yang terkenal dengan seragam merah dan topi hitamnya yang menjulang.

Inggris memiliki banyak angkutan elite dan mahal, seperti Rolls Royce, Austin, Mini Cooper, Blackburn, hingga Triumph. Ada juga Land Rover yang pernah digunakan Sang Ratu saat menghadiri sebuah parade di Australia.

Zona 8
Las Vegas. Wow, suasana khas Amrik sangat kental di sini. Gerbang Las Vegas menjadi spot foto paling disukai pengunjung. Las Vegas adalah salah satu kota terpadat di negara bagian Nevada, Amerika Serikat. Las Vegas juga disebut Kota Hiburan Dunia, terutama resor kasinonya yang terkenal.

Zona 9 
Hollywood. Pemandangan yang menarik perhatian pengunjung saat masuk ke zona ini adalah sebuah patung giant Hulk yang sedang menginjak mobil. Ada banyak mobil yang sering digunakan dalam film-film Hollywood ditampilkan di sini, salah satunya adalah mobil milik James Bond. Inilah istimewanya Museum Angkut. Konsep ruangan dan penataan kendaraannya menyerupai tempat aslinya.

Zona 10

Pasar Apung. Ini merupakan zona terakhir untuk Museum Angkut, meski sebetulnya ada zona ke-11, yaitu Museum Topeng, namun ini sudah di luar tema. Zona ini berisi angkutan perairan khas bernuansa pasar apung di perairan Kalimantan, seperti Balikpapan.


Belanja
Pengunjung bisa membeli berbagai kerajinan tangan dengan harga terjangkau. Anda sebaiknya mencoba membeli jamu beras kencur dan kunyit asam Bu Roes yang rasanya segar sekali. Ini adalah jamu tradisional khas Malang yang menggunakan resep keluarga turun temurun. Jamu ini bahkan bisa disimpan sampai enam hari di luar kulkas. Jika disimpan di kulkas, daya tahannya bisa mencapai dua bulan.

Museum DTopeng berada di area Pasar Apung ini. Museum yang dibuka 2014 ini didirikan oleh Reno Halsamer, seorang kolektor dari Surabaya. Isinya bukan hanya topeng, tapi juga koleksi kain Nusantara, seperti batik solo dan batik pekalongan, peninggalan sejarah zaman kerajaan di Indonesia tempo doeloe.

Pengunjung bisa menjumpai patung Ganesha, peninggalan Kerajaan Singosari abad ke-13. Ada juga koleksi barong dari tiap daerah, hingga sangkar burung dari Lombok.

Museum DTopeng ini konsepnya unik, dibuat seperti labirin. Pengunjung mendadak akan menjumpai sebuah grup musik keroncong di tengah museum. Anda bisa berhenti sejenak menikmati alunan lagunya. [lpt]

Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Kemegahan Museum Angkut Malang

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top