Senin, 26 Februari 2018 |
News Room

Kemacetan di Kota Serang akan Menjadi Bom Waktu

Sabtu, 04 Mar 2017 | 15:40 WIB Dibaca: 1550 Pengunjung

Situasi arus lalu lintas di jalur protokol Kota Serang, tepatnya di jalur Jalan Ahmad Yani dan Jenderal Sudirman, Sabtu (4/3/2017) siang.*

SERANG [NEWSmedia] - Volume lalu lintas di Kota Serang kian hari semakin bertambah. Secara kasat mata, hal itu terlihat dari kondisi kepadatan kendaraan dan kemacetan lalu lintas pada waktu-waktu tertentu, seperti pada saat jam berangkat dan jam pulang kerja maupun pada malam menjelang hari libur kerja. 

Wakil Ketua DPRD Kota Serang, Amanudin Toha mengatakan, kepadatan kendaraan dan kemacetan lalu lintas di Kota Serang menjadi masalah serius. Pada berbagai kesempatan, ia mengaku sering menyampaikan masalah kemacetan lalu lintas di ibu kota Provinsi Banten ini.

“Sebenarnya pada setiap rapat dengan Dinas Perhubungan dan Dinas PU, kita sudah sering sampaikan. Kemacetan di daerah kita ini adalah permasalah serius. Kemacetan di Kota Serang ini akan menjadi bom waktu. Perlu dipikirkan, perlu ditangani segera,” kata Amanudin kepada NEWSmedia, kemarin. 

Berdasarkan pemantauan, titik-titik kemacetan berada di ruas jalan protokol Kota Serang, seperti di Jalan Raya Serang-Cilegon, mulai dari keluar gerbang Tol Serang Timur, ke arah perkotaan, kemudian kawasan Alun-alun, Kepandean hingga kawasan Markas Grup 1 Kopassus.

Waktu kemacetan sering terjadi pada saat jam berangkat dan pulang kerja, juga pada waktu-waktu lain, seperti menjelang dan pada saat weekend

Arus lalu lintas di kawasan Ciceri, pusat Kota Serang, Sabtu (4/3/2017).

Kepadatan kendaraan juga kerap terjadi di ruas Jalan Raya Serang-Jakarta, mulai dari kawasan Patung/Kemang ke arah Terminal Pakupatan hingga perbatasan Ciruas, Kabupaten Serang.

Belum lagi di jalur lain seperti di Jalan Raya Petir, yaitu mulai dari kawasan Cipocok, menuju Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, serta ke arah Jalan Raya Serang-Pandeglang. Jalur-jalur perlintasan di kawasan permukiman juga sering terjadi kemacetan, seperti di kawasan Trondol dan Unyur yang menuju ke kawasan Banten Lama.

“Ini menjadi masalah serius. Kita sudah minta dinas perhubungan untuk melakukan rekayasa lalu lintas bersama kepolisian lalu lintas untuk mengurai masalah kemacetan di kota kita ini,” tutur Amanudin.

Terkait masalah kemacetan di kawasan Trondol dan Unyur, kata Amanudin, DPRD Kota Serang pada tahun 2015-2016 sudah menyetujui anggaran untuk pembangunan jalan di kawasan tersebut, yakni di jalur perumahan Taman Banten Lestari (TBL) sampai kawasan Unyur.

Kemacetan lalu lintas sering terjadi di kawasan Trondol.

“Dulu kita sudah pernah anggarkan untuk membangun jalan untuk jalur TBL sampai Unyur, tapi belum terealisasi karena gagal lelang. Padahal kalau dibangun jalurnya, bisa mengurangi macet di situ. Di Trondol, masalah kemacetan terjadi di terowongan itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Serang, Jazuli mengatakan, masalah kemacetan di Kota Serang disebabkan oleh volume kendaraan yang semakin meningkat. “Kendaraan roda empat maupun dua,” ujarnya.

Jazuli mengaku akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memecahkan masalah kemacetan di ibu kota Provinsi Banten ini.

“Kita akan berupaya semaksimal mungkin bersama dengan dinas terkait. Kita akan mencoba memecahkan masalah kemacetan di Kota Serang,” tukasnya. [ifal]

Penulis: Syahrifal Fahlevi
Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Kemacetan di Kota Serang akan Menjadi Bom Waktu
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top