Kamis, 15 November 2018 |
News Gallery - Tekno

Kekurangan atau Kelebihan Angin pada Ban Bahaya Mana?

Rabu, 09 Agt 2017 | 13:00 WIB Dibaca: 554 Pengunjung

Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Tekanan angin pada ban memegang peranan penting pada sebuah kendaraan. Terlebih, kendaraan yang digunakan selalu dipakai untuk beragam kegiatan. Banyak kerugian yang akan dialami pengemudi, jika tekanan angin pada ban mobil kurang atau berlebih.

Kerugian yang dirasakan pengemudi saat berkendara dengan tekanan angin berlebih atau kurang, yakni kenyamanan. Namun sisi keamanan juga menjadi salah satu faktor utama tekanan ban perlu diperhatikan. Lalu, lebih bahaya mana, berkendara dengan kurang atau kelebihan tekanan angin pada ban?

Executive Vice President Marketing & Sales Replacement MC PT Gajah Tunggal Tbk, Arijanto Notorahardjo mengatakan, bila kekurangan tekanan angin pada ban lebih berbahaya karena dapat menyebabkan pecah ban saat mobil melaju.

"Ban itu beda dengan balon, kalau balon kelebihan angin pecah, ban bisa pecah kalau kelebihan angin, tapi kalau ban diisi dengan tekanan 100 Psi. Tapi siapa yang mau isi 100 Psi, orang paling isi 32 Psi, paling tinggi 40 Psi," katanya di kawasan Batu Ceper, Jakarta Pusat.

Hal itu tentu saja berbeda dengan kekurangan angin yang mampu membuat ban pecah saat mobil melaju. "Ban akan pecah kalau kekurangan angin karena bidang perkenaan dengan jalannya tidak lagi optimal. Optimalnya seluruh permukaan terkena jalan. Kalau terus dipakai jadi panas, kalau yang kena hanya dua titik, maka akan semakin mengembang dan kawat baja tidak dapat menahan pengembangan pemuaian sehingga bisa pecah," ujar Arijanto. [viva]

Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Kekurangan atau Kelebihan Angin pada Ban Bahaya Mana?
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top