Sabtu, 20 Oktober 2018 |
News Room

Keberadaan Serikat Media Siber Indonesia Diperkuat Tokoh-tokoh Nasional

Kamis, 13 Apr 2017 | 16:43 WIB Dibaca: 726 Pengunjung

Logo Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)

JAKARTA, [NEWSmedia] - Keberadaan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) sebagai organisasi perusahaan media online di Indonesia telah diperkenalkan dalam ajang Konferensi Wartawan Dunia 2017 yang digelar di Korea Selatan (Korsel), Kamis, 6 April 2017.

SMSI didirikan di Jakarta pada 21 Maret 2017 dalam sebuah pertemuan yang dihadiri pemilik dan pengelola media massa berbasis internet dari sejumlah daerah di Indonesia. Organisasi ini juga diperkuat sejumlah tokoh nasional non-pers seperti Jaya Suprana, Yusril Ihza Mahendra, Ryaas Rasyid dan Rizal Ramli.

Bersama tokoh pers Dahlan Iskan dan pemilik jaringan media Chaerul Tanjung, tokoh-tokoh non-pers itu diberi kehormatan sebagai penasihat. Selain itu juga ada nama Prita Kemal Gani, pendiri London School of Public Relations (LSPR).

Pemimpin Umum Kantor Berita Politik RMOL, Teguh Santosa dipercaya memimpin SMSI hingga kongres pertama yang akan diselenggarakan tahun depan. Teguh didampingi Firdaus dari PRovinsi Banten yang bertugas sebagai Sekretaris Jenderal.

“Kehadiran tokoh-tokoh nasional dari kalangan non-pers ini kami rasa perlu untuk memperkaya pers nasional. Mereka memiliki kontribusi pada bidang-bidang lain yang sesungguhnya memiliki kaitan langsung dengan persoalan-persoalan yang kerap diperbincangkan pers nasional dalam beragam karya jurnalistik,” ujar Ketua Umum SMSI, Teguh Santosa, usai menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (12/4/2017) siang.

Teguh meyakini tokoh-tokoh nasional dari luar kalangan pers yang memperkuat SMSI akan memberikan kontribusi positif pada insan pers pemilik dan pengelola media siber di tanah air.

“Bagaimanapun juga kemerdekaan pers itu sesungguhnya adalah juga milik masyarakat luas. Kehadiran mereka juga untuk melindungi rakyat dari pemahaman dan praktik keliru atau kebablasan mengenai kebebasan dan kemerdekaan pers,” katanya.

Dalam acara FGD HPN 2018 yang dipimpin Margiono selaku Penanggung Jawab HPN tersebut, SMSI mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan pers di dunia digital. SMSI juga diberi amanat untuk menyelenggarakan kegiatan bekerja sama dengan komunitas pers mahasiswa di Indonesia.

Pemilik dan pengelola media massa berbasis internet lainnya yang menjadi pengurus adalah Mursyid Sonsang (Jambi), Amir Machmud (Jawa Tengah), Endro S. Efendi (Kalimantan Timur), juga Mahmud Matanarang (Sulawesi Tengah) dan Alberth Yomo (Papua).

Sekretaris Jenderal SMSI, Firdaus menyampaikan bahwa SMSI telah memiliki pengurus di 18 provinsi. Ditargetkan sampai bulan depan SMSI akan berdiri di seluruh provinsi di Indonesia.

“Kami bersyukur karena banyak pemilik dan pengelola media massa siber di daerah yang memiliki visi yang sama dengan kami tentang pentingnya meningkatkan profesionalitas media massa siber. Tidak bisa dipungkiri, perkembangan ICT yang semakin pesat menuntut kita untuk bekerja sama dengan pihak-pihak lain dalam mematangkan kemerdekaan pers,” ujar Firdaus.

Setelah diperkenalkan di Pertemuan Wartawan Dunia di Korea Selatan pekan lalu, rencananya SMSI akan diluncurkan pada Senin, 17 April 2017 di Hall Jaya Suprana di Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta. [ard]

Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Keberadaan Serikat Media Siber Indonesia Diperkuat Tokoh-tokoh Nasional

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top