Kamis, 06 Mei 2021 |
News Room

Kasus Limbah Medis Covid-19 Dibuang Sembarangan, Polisi: Pihak Hotel Rakus, Pakai Jasa Laundry

Jumat, 12 Feb 2021 | 21:13 WIB Dibaca: 413 Pengunjung

Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Kepolisian Resor Bogor akan memanggil pihak yang terlibat kasus pembuangan limbah infeksius atau Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) medis dari hotel tempat isolasi pasien Covid-19 tanpa gejala atau OTG di Kota Tangerang.

Kapolres Bogor AKBP Harun menyebut bahwa keterlibatan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terkait pengawasan dan juga penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak hotel berinisial PPH tersebut.

Sebab, perusahaan hotel itu mengalihkan pengelolaan limbah medis kepada pihak yang tak berizin atau bukan pengelola resmi limbah B3, yang tak lain adalah pihak laundry tersebut.

"Pastilah (ditindak Pemkot Tangerang), karena kita perlu mengecek bener enggak itu kerjasamanya (MoU), bener enggak pembuangan gitu, bener enggak pembayarannya, bisa ke arah lain (tersangka)," kata Harun saat ditemui Kompas.com usai melakukan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Cimandala, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (11/2/2021).

Padahal, kata Harun, hotel bintang 4 tersebut sebelumnya menjalani kerjasama dengan perusahaan PT AP untuk pengelola limbah medis mereka.

Dalam kerjasamanya pihak perusahaan hotel itu mendapat kontrak sebesar Rp 10 juta sekali angkut dengan PT AP.

Namun, dalam perjalanannya pihak hotel sudah tak sanggup lagi karena alasan tingginya cost biaya pengolahan limbah PT AP. Alasan pihak hotel kata Harun, untuk penghematan biaya.

Mereka akhirnya mengalihkan kerjasama dengan perusahaan laundry berinisial AS karena cost biayanya jauh lebih murah hanya Rp 1 Juta sekali angkut dengan 2 kali mobil boks tertutup.

Akan tetapi, tegas Harun, polisi menemukan petunjuk bahwa perusahaan hotel tersebut rupanya hanya mencari keuntungan dari anggaran Pemkot Tangerang.

"Nah inilah mereka saking rakusnya pihak hotel pakai jasa laundry yang enggak punya spesifikasi mengelola limbah. Coba saja bayangkan biaya Rp 830 juta per 14 hari dari anggaran Pemkot Tangerang untuk biaya isolasi pasien Covid-19 di hotel ini, itu sudah untung sekali loh," ungkapnya.

"Kalau harga normal hotel untungnya enggak sampai segitu, tapi ini hotel malah pengennya mendapatkan untung tinggi lagi dengan cara itu tadi memutus kerjasama dengan pihak pengelola limbah B3 ke perusahaan laundry yang tidak berkompeten dan membuangnya ke Kabupaten Bogor," imbuh dia.

Atas dasar bukti ini, lanjut Harun, tidak menutup kemungkinan akan ditetapkan tersangka lain baik dari pihak hotel yang bekerjasama dengan Pemkot Tangerang maupun pihak laundry yang saat ini juga masih dalam pengejaran dua orang sopir.

Harun menjelaskan, saat ini pihak kepolisian tengah menyelidiki sejumlah saksi untuk menetapkan tersangka lain baik dari pihak hotel, laundry dan oknum Pemkot Tangerang.

"Semua pihak yang terkait pasti akan kita tindak, tidak mungkin hanya laundry, bisa hotel, semua pihak terkaitlah (Pemkot Tangerang), mana kala terpenuhi alat buktinya pasti akan kita tersangkakan," jelas dia.

Para tersangka akan dikenakan Pasal 40 Ayat 1 UU Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah dan Pasal 104 Jo Nomor 60 dan UU RI Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. [kkp]

Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Kasus Limbah Medis Covid-19 Dibuang Sembarangan, Polisi: Pihak Hotel Rakus, Pakai Jasa Laundry
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top