Kamis, 25 April 2019 |
News Room - Banten Memilih

Kasus Dugaan Money Politics Rano Karno Diteruskan ke Bawaslu RI

Rabu, 30 Nov 2016 | 12:02 WIB Dibaca: 4072 Pengunjung

Tim advokasi WH-Andika memutarkan video dugaan money politics Rano Karno kepada pasien di RSUD Banten, yang dilaporkan ke Bawaslu Banten beberapa waktu lalu.*

SERANG, [NEWSmedia] – Tim Advokasi Calon Gubernur- Wakil Gubernur Banten nomor urut 1, Wahidin Halim-Andika Hazrumy, Ramdan Alamsyah mengaku kecewa kepada Bawaslu Banten yang menghentikan proses penanganan laporan dugaan money politics yang dilakukan Calon Gubernur Banten nomor urut 2, Rano Karno. Kasus tersebut pun akan ditindaklanjuti kepada Bawaslu RI di Jakarta.

“Kami sangat kecewa  dan sangat tidak puas atas kinerja Bawaslu Banten yang menafikkan fakta yang ada,” kata Ramdan Alamsyah yang mendatangi Kantor Bawaslu Banten di Kota Serang, Selasa, (29/11/2016).

Saat itu, Ramdan yang didampingi Ferry Renaldi bertemu dengan Ketua Bawaslu Banten Pramono U Tanthowi. Ia menyatakan, dalam barang bukti berupa video, terlihat jelas Rano Karno memberikan amplop diduga kuat berisi uang kepada orang tua pasien di RSUD Banten, Senin, 21 November 2016.

“Kami melihat Bawaslu Banten tidak berani untuk menegakkan hukum. Oleh karena itu, kami akan lapor ke Bawaslu pusat, supaya permasalahan ini jelas,” ucap Ramdan.

Ramdan juga menduga tidak ada upaya penggalian mendalam dari Bawaslu Banten dan Tim Gakkumdu  terhadap laporan serta bukti-bukti dugaan politik uang yang dilakukan Rano Karno. “Kalau ini tidak masuk ke dalam ranah tindak pidana pemilu, ini sangat berbahaya bagi demokrasi di Banten. Kalau ini dibiarkan, Banten tidak akan maju,” ujarnya.

Ia pun memastikan telah menyiapkan saksi-saksi ahli jika dibutuhkan saat melapor kepada Bawaslu RI yang rencananya akan dilakukan pada pekan depan. “Kami akan menyiapkan beberapa saksi ahli, termasuk saksi bahasa, saksi gestur, saksi psikologis. Ini sudah jelas sekali. Kok tidak masuk unsur pelanggaran pilkada?” ujar Ramdan mempertanyankan.

Simak: Video Dugaan Pelanggaran Calon Gubernur Banten Rano Karno yang Dilaporkan ke Bawaslu

Sementara itu, Ketua Bawaslu Banten Pramono U Tantowi mengaku sudah memanggil beberapa saksi terkait kasus tersebut, dan juga telah melibatkan Tim Gakkumdu.

“Hasil akhirnya, bahwa tidak seluruh unsur terpenuhi, hingga Pak Rano tidak terbukti melakukan politik uang ataupun kampanye di luar jadwal atau kampanye menggunakan fasilitas negara,” kata Pramono.

Ia juga membenarkan bahwa Rano Karno pada saat itu memberikan uang kepada orang tua pasien. Namun dalam konteks ini, ada beberapa rangkaian terkait pemberian uang tersebut. “Pemberian memang terjadi, tapi itu kan rangkaiannya panjang, Rano Karno berkomitmen menanggung pembayaran rumah sakit sampai anak itu sembuh,” terangnya.

Menurut Pramono, pihaknya hanya mempunyai waktu lima hari untuk menyelesaikan kasus tersebut, sehingga selesai atau tidak, dalam lima hari tersebut harus selesai.

“Kalau pelapor tidak puas dengan hasil kami, silakan lapor ke Bawaslu RI. Mungkin akan ada tindakan apa yang akan kami lakukan,” pungkas Pramono. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Kasus Dugaan Money Politics Rano Karno Diteruskan ke Bawaslu RI
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top