Kamis, 23 November 2017 |
News Room - Banten Memilih

Kampanye di Tempat Pendidikan, Wakil Rano Karno Dilaporkan ke Bawaslu

Jumat, 18 Nov 2016 | 09:25 WIB Dibaca: 814 Pengunjung

Tim Advokasi WH-Andika menunjukkan bukti-bukti dugaan pelanggaran pilkada yang dilaporkan ke Bawaslu, Kamis (17/11/2016).*

SERANG, [NEWSmedia] - Tim advokasi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Wahidin Halim - Andika Hazrumy, kembali mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten di Kelapa Dua Kota Serang, Kamis (17/11/2016).

Tim hukum pilkada itu kembali membawa laporan dugaan pelanggaran di Pilkada Banten, salah satunya pelanggaran yang dilakukan calon Wakil Gubernur Banten Embay Mulya Syarief, karena berkampanye di tempat pendidikan.

Embay Mulya Syarief dilaporkan menggunakan sarana pendidikan sebagai tempat kampanye, yakni di TK Negeri Pembina I di Kp. Bulak Rt.003/001, Kelurahan Serua Kecamatan Ciputat Kota Tangsel pada Selasa (15/11/2016).

"Pada pertemuan itu juga ikut diiring-iringi atau dikawal oleh orang dari PDIP dan juga NasDem. Kalau sekedar ketemu tokoh masyarakat, kenapa harus dikawal? Kenapa pakai sorban hijau dan peci hitam? Itu kan ciri khas banget," kata Ferry kepada wartawan di kantor Bawaslu.

Keterlibatan birokrasi

Laporan lainnya yakni terkait beredarnya spanduk pemerintahan yang masih memasang foto Rano Karno sebagai Gubernur Banten di beberapa SKPD di Provinsi Banten. Seperti yang terpasang di depan kantor UPT Samsat Kota Serang dan depan gerbang RSUD Banten.

"Di depan kantor samsat, ada spanduk ucapan selamat hari pahlawan dan spanduk peringatan hari sumpah pemuda. Yang paling enggak masuk akal ucapan selamat hari pahlawan tanggal 10 November kemaren, sedangkan Rano Karno cuti sebagai gubernur tanggal 28 Oktober 2016, tapi di spanduk itu masih ada aja yang masang foto dia (Rano-red)," ungkapnya.

Ferry menduga ada beberapa SKPD yang terlibat dalam proses penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan untuk mendukung calon petahana, Rano Karno.

"Kalau berbicara Samsat, berarti DPPKD Provinsi. Terus kalau RSUD Banten, berarti Dinas Kesehatan," terangnya.

Ia berharap Bawaslu Provinsi Banten melakukan pengawasan lebih ketat terhadap jajaran birokrasi di Pemprov Banten.

"Kami berharap, Bawaslu bisa lebih ketat dalam hal pengawasan terhadap SKPD, karena Rano Karno ini kan petahana, ada dugaan juga SKPD mendukung calon," tukasnya. [ahi]

Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Kampanye di Tempat Pendidikan, Wakil Rano Karno Dilaporkan ke Bawaslu
Top