Jumat, 22 September 2017 |
Olahraga - News Gallery

Kalah Adu Penalti, Kiprah Timnas Indonesia U-19 Terhenti

Jumat, 15 Sept 2017 | 18:18 WIB Dibaca: 199 Pengunjung

Bek Timnas Indonesia U-19, Firza Andika.*

[NEWSmedia] - Usai sudah kiprah Timnas Indonesia U-19 dalam ajang Piala AFF U-18. Dalam laga semifinal di Thuwunna Stadium, Yangon, Myanmar, Jumat 15 September 2017 sore WIB, Garuda Nusantara harus takluk 2-3 dari Thailand lewat drama adu penalti.

Garuda Nusantara harus kehilangan Saddil Ramdani di akhir babak pertama setelah menerima kartu merah akibat insiden saling sikut dengan bek Thailand. Meski demikian, 10 pemain Indonesia mampu menahan tanpa gol Skuat Negeri Gajah Putih hingga 90 menit waktu normal dan tampil mendominasi serangan.

Thailand yang telah mengoleksi 4 gelar juara di ajang tersebut, membuka pertarungan dengan upaya mendapat penguasaan bola lebih dulu di awal babak pertama. Beberapa kesempatan penguasaan bola berhasil dimanfaatkan Thailand untuk memainkan tempo.

Menit kedua, Rafli Nursalim membuka peluang saat lepas dari perangkap offside dengan menyambar umpan lambung, sayang bola bisa langsung dihalau kiper Thailand, Kantaphat Manpati. Thailand pun mengancam di menit 6, saat penetrasi di sisi kiri pertahanan Garuda Nusantara mampu merepotkan pemain belakang Indonesia.

Namun, situasi itu dibalas langsung dengan peluang emas Witan Sulaiman di kotak penalti lawan usai menerima umpan terobosan Egy Maulana. Sayangnya, sontekan tipisnya masih melebar tipis di samping gawang Thailand.

Masuknya Saddil Ramdani di akhir waktu babak pertama justru memunculkan masalah saat berusaha dijegal pemain Thailand. Beraksi dengan perlakuan tersebut, Saddil pun balas menyikut dada Yuthapichai Lertlum dan berbuah kartu merah.

Hingga peluit akhir jalannya laga babak pertama ditiupkan, skor imbang tanpa gol masih bertahan untuk mengantarkan kedua tim menuju ruang ganti.

Pada babak kedua, perjuangan armada Merah Putih lebih berat, akibat Saddil harus terkena kartu merah. Meski demikian, determinasi serangan dan tekanan Timnas U-19 tak berhenti.

Menit 48, Rifad Marasabessy yang dijegal penetrasinya di kotak penalti oleh pemain Thailand tidak dianggap wasit sebagai pelanggaran, dan hanya berbuah tendangan gawang bagi Tim Negeri Gajah Putih.

Pada menit 56, peluang emas dicatatkan Indonesia. skill individu menawan Egy Maulana Vikri mengecoh para bek Thailand di kotak penalti juga masih tak mampu mengoyak gawang Kantaphat Manpati.

Aksi memukau Egy "Messi" Maulana pun berlanjut tiga menit selanjutnya, saat pemain bernomor punggung 10 ini melewati hadangan tiga pemain belakang lawan dan melepaskan tendangan yang lagi-lagi dimentahkan Manpati.

Dominasi permainan Garuda Nusantara ini seolah tetap mampu menjaga asa untuk bisa memenangkan pertandingan. Penetrasi cepat Rifad Marasabessy di menit 67 yang melepaskan umpan ke mulut gawang Thailand mampu dikontrol sempurna Egy dan menendang ke arah gawang, namun tetap gagal membuahkan gol.

Thailand juga tak mau mengalah dan memilih memberikan sejumlah tekanan ke pertahanan Garuda Nusantara. Namun, upaya dari sepak pojok dan umpan terobosan mereka kerap terbaca pemain belakang Merah Putih.

Selepas water break, serbuan bertubi-tubi serangan Indonesia kembali merepotkan Thailand dengan mengandalkan trio Egy Maulana, Rafli Nursalim dan Hanis Shagara.

Dalam tambahan waktu normal salama 4 menit, masih saja kedua tim tak berkutik untuk mengoyak gawang lawan dan 10 pemain Indonesia justru mampu menyerang dengan sangat berbahaya.

Melakoni babak adu penalti, 3 penendang Indonesia harus gagal menyarangkan bola ke gawang Thailand. Hanya eksekusi Egy Maulana dan Muhammad Luthfi yang berhasil, sedangkan Thailand sukses menyarangkan 3 penalti dan memenangkan laga 3-2.

Susunan Pemain

Indonesia U-19: Aqil Savik; Nurhidayat Haris, Luthfi Kamal, Rachmat Irianto, Feby Eka Putra (Saddil Ramdani 45'), Rifad Marasabessy, Witan Sulaeman (Hanis Shagara 68'), Syahrian Abimanyu, Rafli Nursalim, Egy Maulana Vikri, Firza Andika

Thailand U-19: Kantaphat Manpati; Nakin Wisetchat, Kritsada Kaman, Panyawat Nisangram, Yuthapichai Lertlum, Nur Asyraffami, Chokanan Saima-in, Jaturapat Sattham, Naravit Kaosantia, Wudtichai Kumkeam, Theerapat Laohabut. [viva]

Editor: Newsmedia
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

LAINNYA

Harga Emas Antam Naik Rp2.000 per Gram
Kamis, 21 Sept 2017 | 07:02 WIB
Harga Emas Antam Naik Rp2.000 per Gram
Mantan Bek Tangguh Manchester United Jadi Petinju?
Kamis, 21 Sept 2017 | 06:01 WIB
Mantan Bek Tangguh Manchester United Jadi Petinju?

KOMENTAR

Kalah Adu Penalti, Kiprah Timnas Indonesia U-19 Terhenti
Top