Sabtu, 19 Agustus 2017 |
News Room - Pemerintahan

Kades di Banten Ini Patut Dijadikan Contoh untuk Transparansi Dana Desa

Rabu, 29 Mar 2017 | 16:34 WIB Dibaca: 5260 Pengunjung

Penggunaan dana desa dan pelaksanaan program di Desa Curuggoong, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten dilakukan secara transparan.*

SERANG, [NEWSmedia] - Langkah seorang kepala desa di Kabupaten Serang, Provinsi Banten dalam mewujudkan transparansi dana desa, nampaknya patut dijadikan contoh. Ia berani ‘membeberkan’ alokasi dana desa dengan memuat informasi penggunaan dana desa melalui baliho berukuran besar.

Ia adalah Haji Mimi, Kepala Desa Curuggoong, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Untuk tahun 2017, desa tersebut mengelola dana mencapai Rp1.176.728.000 yang bersumber dari APBN (bantuan pemerintah pusat) dan APBD (bantuan Pemerintah Kabupaten Serang).

Informasi alokasi dana desa tersebut diumumkan secara jelas menggunakan baliho berukuran 3x4 m yang dipasang di kantor desa dan di beberapa titik lainnya di lingkungan Desa Curuggoong.

“Ini arahan Kemendes melalui Bupati Serang sebagai wujud transparansi dana desa. Seluruh kepala desa diinstruksikan untuk transparan terhadap semua kegiatan kepada masyarakat,” kata Haji Mimi kepada NEWSmedia, Rabu (29/3/2017).

Pembangunan salah satu jalan lingkungan di Desa Curuggoong.*

Apakah seluruh desa telah melakukan upaya transparansi seperti yang dilakukan di Desa Curuggoong? “Kami tidak tahu untuk desa yang lain, yang pasti ini bentuk transparansi yang Desa Curuggoong lakukan,” tutur Haji Mimi.

Ia mengungkapkan, dalam baliho berukuran besar alokasi dana Desa Curuggoong senilai Rp1.176.728.000 telah diinformasikan secara jelas, berikut dengan program-program yang akan dilaksanakan.

Dari Rp1 miliar lebih dana desa yang menjadi APBDes Curuggoong, senilai Rp773.778.000 atau 65,8% dipakai untuk program pembangunan infrastruktur. Sementara untuk pelaksanaan urusan-urusan pemerintahan dialokasikan Rp350.519.000.

Kemudian untuk program pemberdayaan masyarakat dialokasikan sebesar Rp27.511.000 dan untuk program pembinaan kemasyarakatan dialokasikan sebesar Rp24.920.000.

Gotong royong warga di Desa Curuggoong.

Menurut Haji Mimi, untuk tahun 2017, hampir 70 persen dana desa di Desa Curuggoong tersebut memang dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur desa. Hal ini dilaksanakan sebagaimana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) yang dibuat Haji Mimi setelah dilantik menjadi Kepala Desa Curuggoong pada akhir 2015 sampai akhir masa jabatan 2021.

“Begitu dilantik, saya langsung susun RPJMDes. Semua anggaran ini dipakai untuk menjalankan program yang tertuang dalam RPJMDes,” kata pria dengan nama asli Tamimi ini.

Haji Mimi mengungkapkan, program pembangunan infrastruktur di desa yang dipimpinnya ditargetkan tuntas pada 2019. Kemudian selanjutnya pada 2020 hingga 2021, sebagaimana RPJMDes, program yang akan dilaksanakan adalah pembinaan dan pemberdayaan masyarakat.

“Dua tahun ke depan, pembangunan jalan lingkungan paving block semua, kemudian pembangunan jalan besar, ada juga pembangunan TPT dan drainase. Target saya, 2019 pembangunan infrastruktur bisa selesai semua,” ujarnya.

Kepala Desa Curuggoong bersama aparat desa dan kader PKK desa.

Ia menjelaskan, program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang akan dilakukan menjelang akhir masa jabatan pada 2020-2021,  antara lain pelatihan-pelatihan SDM, di bidang pertanian, kewirausahaan, UMKM dan keagaaman.

“Setelah infrastruktur memadai, kami ingin membina dan memberdayakan masyarakat untuk bisa usaha, supaya mereka punya keterampilan dan bisa mengembangkan seluruh potensi yang ada di desa sebagai sumber kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. [rhd]

Editor: Rapih Herdiansyah
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Kades di Banten Ini Patut Dijadikan Contoh untuk Transparansi Dana Desa
Dinsos
Top