Minggu, 24 Maret 2019 |
News Room - Politik

Kader NasDem Mengaku Dikeroyok Caleg Partai Berkarya Setelah Berdebat Soal Pilpres

Selasa, 19 Feb 2019 | 19:41 WIB Dibaca: 179 Pengunjung

Kader Partai NasDem, Sunardi saat melapor di Kantor Bawaslu Kota Serang, Selasa (19/2/2019).*

SERANG, [NEWSmedia] - Seorang kader Partai Berkarya di Kota Serang bernama Husin Iskandar dilaporkan melakukan dugaan tindakan penganiayaan oleh seorang kader Partai NasDem bernama Sunardi Rumsing (50). Sunardi mengaku dikeroyok oleh Husin bersama tujuh orang temannya.

Menurut pengakuan Sunardi, dirinya dikeroyok setelah sebelumnya berdebat soal calon presiden dengan anak Husin Iskandar bernama Deri. Perdebatan antara Sunardi dengan Deri terjadi di warung kopi dekat Posko Pemenangan Partai NasDem Kota Serang.

"Kejadiannya saat itu pada tanggal 12 Februari lalu. Awalnya ngobrol santai dengan anaknya Husin bernama Deri, tapi lama kelamaan mengarah ke pilpres," kata korban pemukulan Sunardi saat melapor ke Kantor Bawaslu kepada Kota Serang, Selasa (19/2/2019).

Sunardi menjelaskan, akibat debat yang tak kunjung usai dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dirinya meminta Deri untuk pulang ke rumah.

"Setelah saya pulang ke rumah, teman saya Firman menghubungi saya untuk meminta klarifikasi, karena ternyata laporan Deri ke ayahnya (Husin-red) dia dipukulin, padahal tidak dipukulin, hanya suruh udahan diskusinya," jelasnya. 

Kemudian setelah itu, lanjut Sunardi, dirinya pergi ke Stadion untuk mengklarifikasi kejadian yang sebenarnya kepada saudara Husin. Namun tiba-tiba Husin yang merupakan Caleg untuk DPRD Kota Serang dari Partai Berkarya, bersama teman-temannya langsung menganiaya Sunardi.

"Tanpa basa-basi, tanpa konfirmasi lagi, mereka ada sekitar tujuh orang dan bawa dua mobil langsung memukulin saya di area Stadion Maulana Yusuf Ciceri," katanya. 

Sunardi mengaku melaporkan kejadian tersebut ke Bawaslu Kota Serang untuk memastikan keadilan dan demokrasi menjelang Pemilu 2019 berlangsung baik. 

"Kita punya bukti kuat, ada CCTV, hasil visum dari RSUD dan foto-foto saya ketika muka saya masih lebam. Ini sudah ada pidana pemilunya. Bawaslu Kota Serang harus berikan sanksi yang tegas," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Serang Faridih mengatakan sesuai dengan Peraturan Bawaslu nomor 7 tahun 2018 tentang penanganan pelanggaran, maka pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu laporan tersebut.

"Nanti kami akan melakukan kajian awal dengan sentra gakkumdu terkait pasal yang akan disangkakan. Jika terbukti ada penganiayaan disertai pengeroyokan serta terpenuhi unsur akan ditindak lanjuti oleh penyidikan," pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Kader NasDem Mengaku Dikeroyok Caleg Partai Berkarya Setelah Berdebat Soal Pilpres
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top