Senin, 17 Desember 2018 |
News Room

Jurnalis di Cilegon Diperkarakan ke Polisi Karena Pemberitaan, PWI dan IJTI Membela

Sabtu, 28 Jul 2018 | 11:59 WIB Dibaca: 270 Pengunjung

Perwakilan wartawan se-Kota Cilegon menyikapi kasus pemanggilan Asep oleh Polda Banten di Sekretariat PWI Kota Cilegon, Jumat (28/7/2018) malam.*

CILEGON, [NEWSmedia] - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cilegon dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korwil Cilegon menyikapi kasus pemanggilan terhadap wartawan faktabanten.co.id, Asep oleh Kepolisian Daerah (Polda) Banten.

Hal tersebut bermula, saat Asep menulis terkait pelaporan adanya dugaan penyelewengan proyek pengembangan di salah satu perusahaan di Kota Cilegon pada 9 April 2018.

Kemudian Asep dipanggil pihak Kepolisian Daerah Banten melalui surat dengan nomor: B/803/VII/RES.2.5/2018/Ditreskrimsus, perihal: Klarifikasi Permintaan Keterangan, dan meminta Asep untuk hadir pada Senin, 30/7/2018 pukul 10.00 WIB di ruang aula RTMC Ditlantas Polda Banten untuk menemui Kompol Pardono.

Dalam surat tersebut, Asep diminta untuk memberikan keterangan yang berhubungan dengan dugaan tindak pidana ITE sebagaimana dimaksud dalam UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Surat tersebut juga dilengkapi dengan tandatangan dan stempel basah oleh Direktur Kriminal Khusus Polda Banten, Kombes Pol Abdul Karim tertanggal 13 Juli 2018.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PWI Kota Cilegon, Adi Adam menilai, pemanggilan terhadap wartawan Asep terkait pemberitaan harus mengikuti mekanisme dalam Undang-undang Pers Nomor 40 tahun 1999.

"Harusnya pihak Kepolisian bisa menyikapi persoalan ini dengan mengacu pada UU 40 tahun 1999," kata Adam di Sekretariat PWI Kota Cilegon, Jumat (27/7/2018) malam.

Ia menjelaskan, mekanismenya sengketa pemberitaan, bisa diselesaikan melalui dewan pers sebagai lembaga yang memiliki wewenang untuk mengurusi hal tersebut.

"Seharusnya, pihak yang merasa dirugikan bisa menggunakan hak jawabnya untuk membantah atau mengklarifikasi pemberitaan yang dirasa merugikan," jelasnya.

Di tempat yang sama, Perwakilan IJTI Korwil Cilegon, Anggit Gunadi menuturkan, pemanggilan terhadap wartawan Asep merupakan hal yang salah kaprah, sebab menurutnya, ada undang-undang pers yang seharusnya menjadi dasar proses hukum.

"Kebebasan pers ini sudah dijamin undang-undang, ITE ini seharusnya tidak dulu dilakukan jika si wartawan telah memenuhi kaidah jurnalistik dalam penulisannya," tutur Gunadi.

Sementara itu, wartawan Asep menjelaskan, jika penulisan berita terkait hal tersebut, dirinya telah memenuhi Kode Etik Jurnalistik (KEJ), termasuk mengkonfirmasi pihak terkait.

"Saya sudah memberikan ruang kepada pihak yang merasa dirugikan untuk mengklarifikasi hal itu (memberikan hak jawab-red)," pungkasnya. [rls]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Jurnalis di Cilegon Diperkarakan ke Polisi Karena Pemberitaan, PWI dan IJTI Membela
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top