Jumat, 04 Desember 2020 |
News Room - Hukum

Jual Gula Industri dari Cilegon ke Konsumen, Wanita Distributor Ditahan

Kamis, 20 Sept 2018 | 13:58 WIB Dibaca: 797 Pengunjung

Press Release Dirtipideksus Mabes Polri di PT PDSU, Ciwandan, Kota Cilegon, Kamis (20/9/2018).*

CILEGON, [NEWSmedia] - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Mabes Polri menangkap tersangka KPW yang secara ilegal telah menambah kuota gula rafinasi dari enam ribu ton menjadi 60 ribu ton.

Wakil Direktur Tipideksus Mabes Polri, Kombes Pol Daniel Tahi Tonang Silitonga mengatakan, tersangka KPW merupakan distributor gula rafinasi yang membeli gula dari PT Permata Dunia Sukses Utama (PDSU) di Kota Cilegon yang diduga dengan sengaja memalsukan dokumen izin usaha industri (IUI)/tanda daftar industri (TDI) bersama-sama pabrik PT PDSU dan PT Makassar Tene (satu grup) agar dapat menjual lebih banyak.

"Gula rafinasi ini kita temui di beberapa tempat di Jawa seperti Surabaya, Banjar, Purworejo, Jakarta dan Cilegon," kata Daniel saat jumpa pers di PT Permata Dunia Sukses Utama (PDSU), Ciwandan, Kota Cilegon, Kamis (20/9/2018).

Ia menjelaskan, dalam melakukan aksinya, tersangka KPW bekerjasama dengan TW oknum yang bekerja di PT PDSU dan oknum ES dari PT Makassar Tene (MT) untuk melakukan distribusi gula rafinasi yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

"Gula rafinasi seharusnya dipasarkan ke tempat-tempat produksi makanan dan minuman, namun oleh tersangka gula rafinasi dipasarkan ke masyarakat langsung," jelasnya.

Ia juga menuturkan, pihaknya tidak mempersoalkan PT PDSU yang memproduksi gula rafinasi tersebut, namun dirinya hanya menyesalkan oknum yang membantu tersangka dalam melakukan aksinya.

"PT PDSU benar, tidak ada masalah, tapi ada oknum yang bermain di PT PDSU ini yang tidak benar," tuturnya.

Sementara itu, Direktorat Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Wahyu Widayat mengatakan, pihaknya belum menghitung kerugian negara akibat tindakan pelaku tersebut, sebab menurutnya, dirinya hanya mengurusi persoalan perniagaan dari gula rafinasi tersebut.

"Dampaknya bagi masyarakat, petani yang merasa dirugikan karena adanya rembesan gula rafinasi, kami juga sudah minta para pelaku usaha agar mengecek setiap permintaan pendistribusian gula rafinasi," pungkasnya.

Atas tindakannya tersebut, tersangka dikenakan pasal 106 Jo pasal 24 ayat 1 UU nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan dan pasal 62 Jo pasal 8 ayat 1 UU 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan pasal 263 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara. [ahi] 

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Jual Gula Industri dari Cilegon ke Konsumen, Wanita Distributor Ditahan

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top