Rabu, 19 Desember 2018 |
News Room - Politik - Pilkada Kota Serang 2018

JRDP Endus Politik Uang di Pilkada Kota Serang

Senin, 07 Mei 2018 | 10:30 WIB Dibaca: 362 Pengunjung

Kampanye Anti Politik Uang di Alun-alun Timur Kota Serang, Minggu (6/5/2018).*

SERANG, [NEWSmedia] - Jaringan Rakyat untuk Demokrasi dan Pemilu (JRDP) mencium adanya perilaku politik uang atau money politik pada pelaksanaan Pilkada Kota Serang.

Koordinator JRDP, Nana Subana menilai, politik uang akan masih mewarnai proses penyelenggaraan Pilkada di Kota Serang, hal tersebut dilihat dari beberapa indikator terjadinya politik uang dalam setiap pelaksanaan Pilkada.

“Kita melihat indikator kuat adanya politik uang, dilihat dari visi misi dan tagline para kandidat tidak ada yang fokus pada persoalan korupsi, serta tidak ada yang mengusung jargon anti politik uang,” kata Nana saat kegiatan Kampanye Anti Politik Uang di Alun-alun Timur Kota Serang, Minggu (6/5/2018).

Ia menuturkan, hal tersebut terjadi, lantaran minimnya pemahaman tentang pendidikan politik yang dimiliki oleh sebagian masyarakat pemilih, sehingga potensi itu yang selalu dimanfaatkan oleh para calon.

"Maka kami hadir untuk mengisi ruang ruang kosong sebagai bentuk penyampaian terhadap public tentang bahaya politik uang. Karena politik uang bukan hanya merusak tatanan demokrasi tetapi juga berdampak hukum dengan ancaman pidana," tuturnya.

Ia juga menegaskan, dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 sebagaimana perubahan UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada, disebutkan bahwa orang yang terlibat politik uang terancam pidana maksimal 5 tahun penjara. 

"Sanksinya jelas bisa penjara jika terbukti. Karena di Undang-Undang Nomor 10 (UU 10/2016), tegas aturannya bahwa pemberi dan penerima sama-sama bisa dihukum. Ancaman pidana sampai lima tahun," pungkasnya. [rls]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

JRDP Endus Politik Uang di Pilkada Kota Serang

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top