Rabu, 23 Agustus 2017 |
Pendidikan

Jokowi: Perlu Perombakan Besar-besaran Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Jumat, 07 Okt 2016 | 08:01 WIB Dibaca: 380 Pengunjung

Presiden RI Joko Widodo.*

[NEWSmedia] - Presiden Joko Widodo menekankan perlunya perombakan besar-besaran bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

"Perlu ada perombakan besar-besaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita," tulis Jokowi, dalam akun twitternya @Jokowi.

Dalam rapat terbatas mengenai APBN untuk pendidikan dan kesehatan sebelumnya, Presiden meminta agar anggaran pendidikan bisa digunakan secara efektif dan tepat sasaran. Salah satunya adalah untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan yang saat ini masih jauh dari harapan.

"Saya mendapat informasi bahwa ada 1,8 juta ruang kelas, hanya 466.000 ruangan dalam kondisi yang baik," kata Jokowi.

Selain itu, lanjut Jokowi, dari 212.000 sekolah, ada 100.000 sekolah yang belum memiliki anggaran untuk perawatan pendidikan. Padahal, dari tahun ke tahun, anggaran pendidikan dalam APBN terus meningkat.

"Sebab itu saya minta dilakukan perombakan besar-besaran untuk peningkatan kualitas pendidikan," kata Jokowi.

Jokowi juga meminta agar anggaran pendidikan difokuskan pada upaya membantu masyarakat miskin mendapat pendidikan yang layak.

Ia meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk segera menuntaskan distribusi Kartu Indonesia Pintar. "Pastikan bahwa kartu itu betul-betul menjangkau siswa-siswa miskin dan tepat sasaran," ujar Jokowi.

Sementara itu, Mendikbud Muhadjir Effendy mengakui bahwa infrastruktur di bidang pendidikan saat ini masih jauh dari harapan.

Namun ia menilai, banyaknya infrastruktur sekolah yang tidak layak juga menjadi tanggung jawab daerah.

Ia menjelaskan, anggaran pendidikan memang cukup besar, yakni 20 persen dari total anggaran pendapatan dan belanja negara. Namun, tak semua anggaran itu dimiliki Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sebesar 65 persennya justru dialokasikan menjadi dana transfer daerah. "Yang sebagian besar itu menjadi transfer daerah. Jadi sebetulnya persoalan di daerah. Pemanfaatan dana di daerah," kata Muhadjir usai rapat terbatas.

Muhadjir menambahkan, ke depan pihaknya akan berupaya untuk lebih berkoordinasi dengan daerah agar dana transfer yang masuk digunakan untuk perbaikan infrastruktur sekolah.

Namun, ia menekankan bahwa tanggung jawab terhadap sekolah adalah daerah masing-masing.

"(Daerah) sangat berperan karena sekolah itu otonomi daerah kok. Sekolah itu sebetulnya sudah jadi urusan daerah," ucap Muhadjir. [KPS/04]

Penulis: Nm
Editor: Redaktur-02
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Jokowi: Perlu Perombakan Besar-besaran Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Top