Senin, 28 Mei 2018 |
News Room - Highlight

Jokowi Mengaku Belum Terima Pengajuan Brigjen KH Syam’un Jadi Pahlawan Nasional

Jumat, 11 Mei 2018 | 20:18 WIB Dibaca: 192 Pengunjung

Presiden Jokowi bersama Ketua MUI, KH Ma'ruf Amin dan Gubernur Banten Wahidin Halim berjalan didampingi Ketua Umum PB Al-Khairiyah, Ali Mujahidin (kiri) dan Wakil Ketua I PB Al-Khairiyah Alwiyan Qosyid Syam'un di Al-Khairiyah, Citangkil, Kota Cilegon, Jumat (11/5/2018). (Foto: Lipdok Biro ARTP Banten)

CILEGON, [NEWSmedia] - Presiden Joko Widodo mengakui Brigjen KH Syam’un yang merupakan pendiri perguruan Islam Al-Khairiyah memiliki jasa terhadap negara, terutama di sektor Pendidikan. Jokowi pun berjanji akan menjadikan Brigjen KH Syam’un sebagai pahlawan nasional.

“Jujur saja, sampai saat ini berkasnya belum ada di meja saya. Ini apa adanya saja, belum sampai ke saya,” kata Jokowi saat menghadiri peringatan hari lahir (Harlah) ke-93 Al-Khairiyah di Kompleks Pendidikan Al-Khairiyah, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Jumat (11/5/2018).

Jawaban Jokowi tersebut disampaikan karena menerima aspirasi dari warga Banten khususnya dari Yayasan Al-Khairiyah, untuk menjadikan Brigjen Syam'un sebagai pahlawan nasional.

Jokowi mengatakan, Brigjen KH Syam’un sangat berjasa terhadap kemerdekaan Indonesia, terutama dalam mengembangkan lembaga pendidikan melalui Al-Khairiyah. “Brigjen KH Syam’un adalah ulama besar dan berjasa bagi negara, terutama dalam pendidikan di Indonesia melalui Al-Khairiyah,” ujarnya.

Menurut Jokowi, biasanya, daftar nama calon pahlawan nasional disampaikan kepada Menteri Sekretaris Negara Pratikno kemudian diteruskan kepada Kepala Negara.

“Ini urutannya panjang, soalnya ada usulan dari bupati, wali kota, kementerian dan juga tim, baru kemudian masuk meja saya. Biasanya di situ ada delapan nama yang diajukan. Saya biasanya akan pilih tiga sampai empat nama. Kalau nanti dari delapan nama itu ada salah satunya Brigjen KH Syam’un, saya akan pilih dan tandatangani jadi Pahlawan Nasional. Mudah-mudahan tahun ini, kalau nggak tahun depan,” janjinya.

Jokowi yang saat itu didampingi Ketua MUI Pusat KH. Ma’ruf Amin, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan sejumlah Menteri pun sempat disuguhi pemutaran film dokumenter KH Syam’un dan sekilas tentang Al-Khairiyah Citangkil.

Presiden terlihat sangat menikmati pemutaran film biografi tersebut. Sesekali Jokowi pun terlihat bertanya kepada Ketua Umum PB Al Khairiyah, H. Ali Mujahidin. Acara yang berlangsung di Aula Al-Khairiyah itu juga dihadiri Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy serta beberapa kepala daerah.

Ribuan warga Al-Khairiyah yang datang dari berbagai penjuru kota juga nampak antusias di tempat acara. Presiden tiba di Al-Khairiyah sekitar pukul 11.12 WIB didampingi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin dan langsung disambut oleh Ketua Umum PB Al-Khairiyah Ali Mujahidin.

Misi Al-Khairiyah Diambil Dari ‘Historical Amaliyyah’ Ki Syamun

Diketahui, Brigjen KH Syam’un diusulkan menjadi Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Kabupaten Serang melalui Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD). Selain jasa-jasa dan perjuangannya dalam membela Tanah Air, berdasarkan catatan Pemerintah Kabupaten Serang, KH Syam’un pernah menjabat Bupati pertama Kabupaten Serang yakni periode 1945-1949.

Wakil Ketua I PB Al-Khairiyah, Alwiyan Qosyid Syam’un yang juga merupakan cucu dari KH Syam’un mengatakan, diusulkannya KH Syam’un sebagai Pahlawan Nasional memiliki dasar yang kuat. “Kiprah beliau di bidang pendidikan, mendirikan perguruan Al-Khairiyah, dan itu salah satu membantu peran pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Kemudian di bidang militer, KH Syam’un yang saat itu berpangkat Kolonel diangkat menjadi Komandan Divisi Pertama Tentara Keamanan Rakyat (TKR). ”Kemudian kiprah beliau di pemerintahan, faktanya Pemkab Serang menyatakan Bupati pertama di Kabupaten Serang adalah KH Syam’un,” terangnya.

Di sela jabatannya menjadi Bupati Serang sekitar tahun 1948 KH Syam’un masih mengurus pesantren dan pada tahun yang sama meletus agresi militer Belanda II hingga mengharuskan Brigjen KH Syam'un bergerilya dari Gunung Karang Pandeglang ke kampung Kamasan Cinangka Kabupaten Serang dan meninggal karena sakit saat bergerilya pada Tahun 1949.

Bahkan Alwiyan menyatakan kiprah KH Syam’un bukan sebatas cakupan daerah, melainkan nasional. “Walaupun beliau bertugasnya di Banten dan Bogor, tapi kiprahnya nasional,” ucapnya.

Kemudian bagaimana sikap keluarga yang sampai saat ini belum ada pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Brigjen KH Syam’un? “Pahlawan itu kan milik ummat ya, kalau keluarga menjadikan beliau sebagai inspirasi untuk bersyukur dan berbuat, bahwa kita minimal mengikuti historical amaliyyah beliau itu apa. Kalau kemudian ada usulan dari pemerintah tentang gelar Pahlawan nasional untuk KH Syam’un, tentunya kami sangat mengapresiasi upaya tersebut, kami pun akan membantu dari aspek lain,” katanya.

Yang dimaksud historical amaliyyah KH Syam’un, kata Alwiyah, pertama adalah semangat untuk mencerdaskan kehidupan umat, kemudian memakmurkan kehidupan rakyat dan ketiga cinta tanah air. “Kalau disimpulkan (historical amaliyyah) itu kemudian menjadi misi Al-Khairiyah,” tuturnya. [rhd]

Editor: Rapih Herdiansyah
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Jokowi Mengaku Belum Terima Pengajuan Brigjen KH Syam’un Jadi Pahlawan Nasional
POLRES SERANG KOTA NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top