Minggu, 05 Juli 2020 |
News Room - Pendidikan

Jika Anaknya Tak Lolos PPDB, Ibu Asal Tangsel ini Ancam Telanjang

Kamis, 13 Jul 2017 | 14:16 WIB Dibaca: 1923 Pengunjung

Mpok Ida, seorang ibu yang ancam akan telanjang jika anaknya tidak diterima di PPDB.

TANGSEL, [NEWSmedia] - Belum lama ini netizen digegerkan dengan beredarnya sebuah video viral seorang wanita yang mengancam akan telanjang di depan SMPN 12, Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jika anaknya tidak lolos penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Video berdurasi 1 menit 18 detik yang memperlihatkan kekesalan seorang ibu, yang dengan gamblang, perempuan yang bernama Ida tersebut mengancam akan melakukan aksi konyol berupa telanjang dada di depan pintu gerbang sekolah.

Ida mengatakan, dirinya akan melakukan hal yang tidak biasa tersebut jika anaknya beserta calon siswa di lingkungan sekitar zona terdekat SMPN 12 Tangerang Selatan tidak diterima oleh panitia PPDB atau pihak sekolah.

“Saya siap telanjang bulat di depan pintu gerbang SMP,” kata Ida dalam video tersebut.

Dikatakan Ida, rencana aksinya tersebut telah diketahui pihak RT, RW  dan para sesepuh warga sekitar.  Mereka pun setuju dengan aksi Ida sebagai bentuk kekecewaan atas sistem baru tersebut.

Ida menambahkan, aksi konyol tersebut juga sudah pasti akan dilakukan jika tuntutan dan aspirasinya tidak digubris pimpinan tertinggi di Kota Tangerang Selatan.

Menanggapi ancaman dalam video tersebut, pihak SMPN 12 mengaku, sudah menemui Mpok Ida untuk diberikan penjelasan perihal tuntutannya tersebut.

"Kemarin sudah ketemu, akhirnya kami pakai bahasa Betawi sini. Artinya, dia tenang saja, mungkin dia ada yang memprovokasi, dan dia memang orangnya nekat. Sehingga membuat kekisruhan," kata Ketua Panitia PPDB SMPN 12, Hapipudin, Kamis (13/7/2017).

Kekisruhan itu berawal dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) baru tentang adanya penilaian berdasarkan zonasi atau zona terdekat. Berdasarkan zona terdekat, ternyata ada 69 orang yang namanya tidak ada.

"Kemudian kami usulkan ke dinas pendidikan ternyata dinas pendidikan hanya mengakomodir 46 orang," ujar Hapipudin yang juga guru SMPN 12 tersebut.

Menurut Hapipudin, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, SMPN 12 sudah memohon kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk memberi tambahan satu kelas. "Kalau ada tambahan satu kelas akan kami terima pasti," katanya.

Tahun ini, jumlah pendaftar SMPN 12 hingga mencapai 1067 orang. Sedangkan jumlah siswa yang diterima hanya 280 orang. "Yang diterima 252 orang dari jalur dalam zona, dari luar zona 14 orang, dan jalur prestasi 14 orang," ucapnya.

Hapipudin menilai, banyaknya jumlah calon siswa yang mendaftar di SMPN 12 dikarenakan bahwa sekolah tersebut dikenal sebagai sekolah unggulan. "Karena sekolah ini akreditasinya sudah A+ dan Sekolah Berstandar Nasional (SBN) itu salah satu daya tarik dari masyarakt untuk menyekolahkan anaknya disini," ujarnya. [Red/Pr/Rep]

Penulis: Red/pr/rep
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Jika Anaknya Tak Lolos PPDB, Ibu Asal Tangsel ini Ancam Telanjang
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top