Senin, 28 Mei 2018 |
News Room

Jalani Wasiat Syekh Abdul Qodir Jaelani Lewat Pusat Studi Kebantenan

Minggu, 09 Okt 2016 | 16:16 WIB Dibaca: 1809 Pengunjung

Acara pengukuhan Forum Dzuriyat Kesultanan Banten dihadiri raja-raja se-Nusantara, di Kawasan Banten Lama, Kasemen, Kota Serang, Sabtu (8/10/2015).*

SERANG, [NEWSmedia] - Keturunan ke-tujuh Syekh Abdul Qodir Jaelani, yakni Syekh DR Mohamad Fadil Al Jaelani menyampaikan beberapa wasiat dari Syekh Abdul Qodir Jaelani agar dijalankankan oleh pemerintah dan pemangku adat Kesultanan Banten.

Wasiat utama adalah agar terus menggali dan mengembangkan ilmu, khususnya ilmu agama, sebagaimana yang diwasiatkan oleh Syekh Abdul Qodir Jaelani kepada Imam Hanafi, Syafei, Hambali dan Maliki.

"Pimpinan Mazhab Hanifah mengatakan, jika aku tidak pernah belajar ilmu zahir dan batin dari Ja'far As Shodiq, maka tidak dimungkinkan ada perkembangan ilmu," kata Syekh DR Mohamad Fadil Al Jaelani saat mengukuhkan Lembaga Pemangku Adat Banten (Forum Dzurriyat Kesultanan Banten) di lapangan Masjid Agung Banten Lama di Kita Serang, Sabtu (8/10/2016).

Wasiat kedua, kata Syekh Fadil Al Jaelani, agar umat dan pemerintah bersatu dalam mendukung lembaga Pemangku Adat untuk meneruskan pengembangan ilmu di wilayah ini. Selanjutnya, lembaga pemangku adat memperhatikan yatim dan piatu, dhuafa, fakir miskin, janda miskin dan masyarakat yang rawan kesejahteraan sosial.

"Bersepakat untuk bersatu untuk meneruskan pengembangan khazanah keilmuan, dan jangan berselisih," kata Syeckh Jaelani dalam bahasa Arab.

Anggota DPR-RI Andika Hazrumy yang hadir dalam acara tersebut, sangat mengapresiasi adanya Lembaga Pemangku Adat Kesultanan Banten. Secara historis, Kesultanan Banten merupakan entitas sekaligus kewibawaan bagi Banten.

"Saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya atas pengukuhan pemangku adat kesultanan Banten. Bahkan secara resmi pengukuhan dihadiri oleh kerajaan nusantara," kata Andika yang merupakan calon Wakil Gubernur Banten periode 2017-2022.

Andika bahkan akan mensuport penuh langkah Dzuriyat Kesultanan Banten dengan menggagas Pusat Studi Kebantenan. Pusat studi itu akan menjadi wadah untuk meriset, mengumpulkan jejak sejarah, tradisi dan budaya Banten.

"Ini sangat menjadi perhatian kami untuk segera merealisasikan gagasan mendirikan Pusat Studi Kebantenan. Ini juga sebagai support untuk memperkaya khazanah keilmuan, khususnya penyebaran keilmuan Islam yang dulu dilakukan oleh para sultan," tuturnya.

Sementara itu, Pembina Lembaga Pemangku Adat Kesultanan Banten, Tubagus Abbas Wassee mengatakan, Lembaga Pemangku Adat Kesultanan Banten dibentuk sebagai upaya menjaga marwah dan sejarah Banten sebagai wilayah kesultanan.

Sejak berdiri Kesultanan Banten tahun 1526 Masehi atau pada 1 Muharram 933 Hijriyah, kekuatan gabungan Islam di bagian barat Jawa menguat dan akhirnya berhasil mengusir dan menggagalkan kependudukan Portugis.

"Kesultanan Banten diakui kedaulatannya sebagai kesultanan internasional di tahun 1638 Masehi oleh Syarif Mekkah di bawah Khilafah Turki Ustmani" kata Abbas menjelaskan.

Diketahui, acara pengukuhan Lembaga Adat Kesultanan Banten ini dihadiri oleh Raja dan Sultan di Nusantara. Di antaranya Tok Balai Nasir bin Indris, Penghulu Balai Istana Tuanku Dato Iskandar Dzulkarnain bin Tuanku Dato Ismail kerabat diraja Pahang dan Negeri Sembilan, Maharaja Lela Datu Muhamamad Al Hanafi ibni Maharaja Adinda Datu Muhammidul Ali Almahmun Halun ibni Sultan Muhammad Aranan Puyo.

Hadir juga Pimpinan Bangsawan Patani sekaligus Sekjen Jamiyah Ulama Patani, Dr Baba Wan Abdul Qodir wae Mustofa, dari kerajaan Malaysia, Syeckh Zainul Asri; juga hadir para pakar sejarah di antaranya Tun Sujana binti Uthman dan juga anggota DPR RI Dapil Banten, Andika Hazrumy serta Kapolres Serang, AKBP Nunung Saepudin. [Bd/02]

Penulis: Newsmedia
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Jalani Wasiat Syekh Abdul Qodir Jaelani Lewat Pusat Studi Kebantenan

BERITA TERKAIT

POLRES SERANG KOTA NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top