Kamis, 24 Mei 2018 |
News Adv

Istri Pejabat Pemprov Banten Ikuti Seminar ‘Saya Perempuan Anti Korupsi’

Sabtu, 26 Nov 2016 | 15:05 WIB Dibaca: 768 Pengunjung

Sekda Banten Ranta Soeharta saat membuka Seminar ‘Saya Perempuan Anti Korupsi’ di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Kamis (24/11/2016). (Foto: Humas)

SERANG, [NEWSmedia] - Dalam rangka mendorong perubahan sikap dan mental dalam pelayanan publik oleh aparatur di lingkungan Pemerintahan Provinsi Banten yang didukung oleh istri sebagai pendamping hidupnya, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Banten menggelar seminar anti korupsi bertema ‘Saya Perempuan Anti Korupsi’.

‘Saya Perempuan Anti Korupsi’ merupakan gerakan nasional yang memandang peran perempuan sangat penting dalam pencegahan korupsi, baik sebagai ibu, istri maupun sebagai anggota masyarakat,” kata Sekda Banten Ranta Soeharta yang membuka seminar tersebut di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Kamis (24/11/2016).

Ia berharap gerakan ini mampu memproduksi sebanyak mungkin para perempuan dan organisasi perempuan untuk ikut berpartisipasi dengan melindungi diri dari korupsi dengan cara menyebarluaskan pengetahuan, modus-modus dan peluang-peluang yang berpotensi korupsi serta konsekuensi hukumnya.

“Pengaruh positif ini tidak hanya bagi anak dan suaminya, melainkan juga masyarakatnya di manapun mereka berada,” ujarnya.

Ranta mengatakan, program ‘Saya Perempuan Anti Korupsi’ diluncurkan pada 22 April 2014, yang digagas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Gerakan ini juga untuk mendorong perubahan sikap dan mental dalam pelayanan publik oleh aparatur yang didukung oleh perempuan sebagai pendamping hidupnya.

Sekda mencontohkan,  gerakan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di rumahtangga di antaranya, seperti bersikap kritis menanyakan asal uang yang diberikan oleh suaminya. Kemudian istri Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak lagi menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi, seperti kendaraan dinas.

Selanjutnya para ibu juga sudah mulai serius memperkenalkan dan mengajarkan tentang kejujuran pada keluarga dan memberikan konteks kejujuran tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“Harusnya ibu-ibu sempatkan dan harus bertanya kepada suaminya. Ketika suaminya membawa setumpuk uang ke rumah yang lebih dari pendapatan suaminya. Adakah di antara kita mengingatkan itu. Ini tidak harus dijawab, direnungkan saja. Mengingatkan saya secara pribadi dan istri saya. Karena ini juga harus diwanti-wanti,” ucap Ranta.

Ia meyakini melalui gerakan ini akan menunjukkan perkembangan dan perubahan yang lebih signifikan. Ibu rumah tangga dalam konteks ini memberikan dukungan dan partisipasi untuk membantu tugas KPK sebagai lembaga negara dalam memberantas korupsi.

“Ini selaras dengan rencana aksi KPK yang dilakukan di Provinsi Banten, di mana peran istri ASN melalui wadah DWP dapat membantu mewujdukan rencana aksi tersebut,” jelas Sekda.

Sekda juga menekankan bahwa peran serta aktif anggota DWP Provinsi Banten sebagai istri dari ASN sangat penting dalam membantu pelaksanaan program-program pemerintah di semua bidang pembangunan.

Sementara itu, Dewan Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Banten, Neneng Nata Irawan mengatakan, semangat pencegahan korupsi harus dimulai dari keluarga. Menurutnya, peran keluarga menentukan karakter dan sikap seseorang.

“Gerakan pencegahan korupsi harus dimulai keluarga. Oleh karena itu, marilah menyesuaikan pola hidup dan berbudi pekerti terhadap anak dan keluarga,” ujarnya.

Maka dari itu, lanjut Neneng, para istri ASN harus diberikan pengetahuan tentang modus-modus korupsi dan mengenalkan peluang munculnya tindak pidana korupsi, termasuk pengetahuan komprehensif korupsi, serta perilaku koruptif beserta konsekuensinya.

“Ibu-ibu atau perempuan dianggap memegang peranan kunci dalam pendidikan moral keluarga. Saya  berharap dari sosialisasi ini akan muncul agen-agen perubahan yang dipelopori oleh jajaran Dharma Wanita Persatuan Provinsi Banten. Tidak hanya bagi suami, tapi juga anak atau generasi penerus yang di kemudian hari tidak lagi menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Ini sekaligus menyelamatkan bangsa dari besarnya bahaya korupsi,” ucapnya. [adv-kominfo]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Istri Pejabat Pemprov Banten Ikuti Seminar ‘Saya Perempuan Anti Korupsi’

BERITA TERKAIT

POLRES SERANG KOTA NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top