Selasa, 16 Juli 2019 |
News Room - Highlight

Inkrah, Gelar Bambang Wisanggeni Sebagai Sultan Banten ke-18 Gugur

Kamis, 11 Jul 2019 | 19:50 WIB Dibaca: 174 Pengunjung

Tim advokasi Forum Dzuriyat Kesultanan Banten saat menunjukkan putusan MA di Kota Serang, Kamis (11/7/2019).*

SERANG, [NEWSmedia] - Berdasarkan surat keputusan Mahkamah Agung (MA) dengan nomor 107 K/Ah/2019 tertanggal 12 Febuari 2019, gelar Ratubagus Bambang Wisanggeni (BW) sebagai Sultan Banten yang ke-18 gugur secara hukum.

Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Tim Advokasi Forum Dzuriyat Kesultanan Banten (FDKB), Tb Amri Wardana saat membacakan Putusan MA di salah satu rumah makan di Kota Serang, Kamis (11/7/2019).

"Putusan ini membatalkan secara keseluruhan yang dimintakan BW. Oleh karena itu, putusan kasasi tidak dikabulkan, pihak pemohon kalah. Putusan itu juga menghukum pemohon untuk membayar peradilan sebesar Rp500 ribu, untuk bayar perkara semua tingkat pengadilan. Intinnya BW sudah tidak punya wewenang lagi, dan hanya orang biasa," kata Amri kepada awak media.

Ia menjelaskan, jika suatu saat BW kembali mengaku sebagai Sultan Banten ke-18, pihaknya tidak akan segan-segan akan membawa hal tersebut ke jalur hukum.

"Kalau dia nanti masih memakai kata Sultan, atau kesultanan Banten, maka kami akan melakukan tindakan pidana," paparnya.

Ia juga menegaskan, pihaknnya bersama lembaga resmi bagi keturunan kesultanan Banten bernama FDKB dan adat bernama Lembaga Pemangku Adat Kesultanan Banten akan menghimpun seluruh kesultanan Banten. 

"Ada forumnya, Dzuriat Kesultanan Banten, dan resmi untuk kebudayaannya ada lembaga pemangku adat Kesultanan Banten. Kita akan sosialisasikan ke seluruh Pemerintah Instansi dan Keraton Nusantara bahwa BW bukan lagi Sultan Banten," pungkasnya.

Untuk diketahui, penghapusan gelar tersebut, berawal dari penetapan ahli waris Kesultanan Banten yang diberikan oleh Pengadilan Agama (PA) Serang kepada BW pada tanggal 22 September 2016 dengan surat putusan bernomor 316/Pdt.P/2016/PA.SRG.

Seiring berjalannya waktu, Forum Dzuriyat Kesultanan Banten (FDKB) mengajukan keberatan kepada PA Serang tentang gugatan atas penyematan gelar tersebut.

PA Serang mengabulkan keberatan pemohon dan membatalkan penyematan gelar tersebut, selanjutnya BW mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Banten dan Pengadilan Tinggi Banten menolaknya.

Terakhir, BW melakukan kasasi atas permohonan tersebut ke Mahkamah Agung (MA). Namun lagi-lagi permohonannya tersebut seluruhnya ditolak dengan alasan Pengadilan Agama tidak mempunyai kewenangan untuk penyematan gelar sultan. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Inkrah, Gelar Bambang Wisanggeni Sebagai Sultan Banten ke-18 Gugur
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top