Sabtu, 27 Februari 2021 |
News Room

Inilah 10 Fakta Pilot Diduga Mabuk yang Gegerkan Dunia Penerbangan Indonesia

Kamis, 05 Jan 2017 | 15:15 WIB Dibaca: 1107 Pengunjung

foto ilustrasi.*

JAKARTA, [NEWSmedia] - Dunia penerbangan Indonesia dikejutkan dengan kasus seorang pilot Maskapai Citilink yang diduga mabuk saat akan menerbangkan pesawat rute Surabaya-Jakarta pada Rabu, 28 Desember 2016.
Pilot yang diketahui bernama Tekad Purna Agnimartanto itu kemudian dipecat
Siapa Tekad Purna Agnimartanto dan rekam jejaknya di dunia penerbangan? Berikut fakta-faktanya.

1. Usianya 32 tahun
Tekad lahir tahun 1984 atau 32 tahun. Karirnya tergolong cemerlang, karena di usia yang muda, Tekad bisa meraih pangkat sebagai kapten pilot.

2. Alumnus unhas
Di akun media sosialnya Tekad mencamtumkan diri sebagai alumnus Universitas Hasanuddin (unhas. tekad juga diketahui pernah sekolah di SMA Negeri 17 Makassar. Lulus kuliah tekad sekolah pilot di Australian National Airline College.

3. Tinggal di Bali
Fakta lainnya menyebut Tekad saat ini tinggal di Denpasar Bali.

4. mantan Pilot Air Asia.
Setelah lulus sekolah penerbangan dia memulai karirnya di dunia penerbangan dengan bergabung di maskapai Air Asia Indonesia tahun 2009 lalu.

5. zat psikotropika
Tekad akhirnya berhenti dari Air Asia Indonesia karena tersangkut permasalahan.
Ketika akan berangkat menerbangkan pesawat, pramugari menemukan gelagat aneh dari Tekad. Akhirnya dilaporkan ke Direktur keselamatan lalu berlanjut ke operational control dan penerbangan dihentikan.
Saat diperiksa di darat, diketahui bahwa Tekad menggunakan zat psikotropika. Tetapi, tidak diketahui dengan jelas jenis zat psikotropika apa yang dikonsumsi.

6. Pilot A-320
Dia dilatih dari awal untuk mengendari (pesawat) jenis Airbus A-320. salah satu pertimbangan Tekad diterima di Citilink karena dia memiliki kemampuan dan license pesawat jenis Airbus A-320 yang notabene menjadi armada maskapai pelat merah itu. Sementara, jumlah pilot yang memiliki type rating A-320 sangat terbatas di pasaran.

7. Aneh setelah jadi kapten
Di kalangan teman-temannya sesama pilot Air Asia, Tekad dikenal baik dan tidak bertingkah yang aneh-aneh. Dia baru mulai berulah saat pangkatnya naik menjadi kapten di akhir tahun 2015 lalu.

8. Kantongi lebih dari 5.000 jam terbang
Menurut CEO Citilink Albert Burhan, saat bekerja dengan Air Asia, Tekad sudah mengantongi 4.888 jam terbang. Sementara, dengan Citilink dia sudah membukukan 656 jam terbang sejak bergabung per Maret 2016.

9. Dipecat sebelum investigasi rampung
Manajemen sebelumnya sudah membebas tugaskan Tekad sembari menunggu hasil investigasi terhadap kesehatannya. Namun, belum juga investigasi rampung, manajemen Citilink pada Jumat kemarin langsung memecat Tekad.

10. tiga kesalahan
Wakil Direktur Komunikasi Citilink, Benny Butarbutar berlasan Tekad sudah melakukan pelanggaran yang fundamental, sehingga tidak perlu lagi menunggu hasil investigasi untuk diambil keputusan. Benny merinci ada tiga kesalahan fatal yang dilakukan Tekad:
a. Sesuai dengan UU Ketenagakerjaan nomor 30 tahun 2003, pilot Tekad dianggap ceroboh dan dianggap membahayakan keselamatan penerbangan
b. Melanggar aturan disiplin kerja dengan terlambat datang ke bandara. Idealnya seorang pilot sudah tiba minimal 1 jam sebelum keberangkatan untuk mendapat briefing mengenai jadwal penerbangan
c. Merusak citra dan nama perusahaan

Benny mengatakan alasan Tekad datang terlambat ke bandara karena dia bangun kesiangan. Pengakuan ini, kata dia, diperoleh dari Tekad sendiri.
Usai kebijakan ini, kewajiban lain dari manajemen ke Tekad akan dituntaskan belakangan. [tnc/03]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Inilah 10 Fakta Pilot Diduga Mabuk yang Gegerkan Dunia Penerbangan Indonesia
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top