Sabtu, 25 November 2017 |
News Room

Ini yang Membedakan Antara Batik Banten dengan Batik Daerah Lain

Selasa, 03 Okt 2017 | 19:02 WIB Dibaca: 448 Pengunjung

Foto Ilustrasi.*

SERANG, [NEWSmedia] - Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang telah ditetapkan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) sejak 2 Oktober 2009, kemudian disebut sebagai Hari Batik Nasional.

Di Indonesia, banyak produsen batik yang terkenal dengan motif atau coraknya yang beragam, seperti Batik Pekalongan, Batik Solo, Batik Yogyajarta dan batik-batik lainnya di Indonesia.

Sementara, Provinsi Banten yang terletak di bagian barat Pulau Jawa, juga menjadi salah satu daerah yang memproduksi batik, bahkan, batik yang dihasilkan oleh masyarakat Banten mempunyai motif yang khas dibandingkan dengan daerah lain.

Dari sekian banyaknya motif yang ditemukan, ada satu motif khusus dan sudah dipakai sejak zaman Kesultanan Maulana Hasanuddin. Yaitu motif kunang-kunang, motif kembang belimbing dan motif api.

Ada tiga hal yang membedakan batik Banten dengan batik dari daerah lain yang menjadikan batik Banten mempunyai daya tarik tersendiri.

Dilihat dari motif batiknya, motif batik Banten mempunyai pola dasar yang ragam hiasnya berasal dari benda purbakala yang disebut artefak terwengkal.

Dari segi Warnanya, warna batik Banten cenderung sedikit keabu-abuan (soft), hal itu menunjukkan karakter dari masyarakat Banten yang lemah lembut.

Dari Filosofinya, nama motif berasal dari 'Toponim Desa-Desa Kuna' atau nama gelar bangsawan atau gelar sultan dan tata ruang di kesultanan Banten.

Setidaknya, Banten memiliki lebih dari 70 motif batik yang semua namanya di ambil dari jaman kesultanan dahulu.

Pernyataan itu pun diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Arkeolog Nasional dan Fakultas Sastra Universitas Indonesia yang menemukan motif kramik, gerabah dan peti khas Banten yang memiliki keunikan tersendiri.

Pembimbing Bantenologi, Abah Yadi di Kantornya, Selasa (3/9/2017).*

"Untuk pembuatan batiknya, dahulu masih di Surabaya, tetapi memakai motif-motif khas dari banten," kata Pembimbing Bantenologi, Abah Yadi di Kantornya, Selasa (3/9/2017).

Sejak penemuan itu, lanjut Abah, pemerintah Provinsi Banten mulai mengkaji lebih lanjut, hingga pada akhirnya, tahun 2003, Gubernur Banten, Djoko Munandar menetapkan bahwa ragam hias itu adalah motif khas dari banten.

"Tetapi pada masa sekarang, kita sudah bisa membuatnya sendiri. Hampir di setiap kecamatan ada pengrajin batik" pungkasnya. [Mg1]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

LAINNYA

HET Tak Efektif Turunkan Harga Beras
Sabtu, 25 Nov 2017 | 07:02 WIB
HET Tak Efektif Turunkan Harga Beras
Harga Emas Naik Menjadi Rp626 Ribu per Gram
Jumat, 24 Nov 2017 | 07:03 WIB
Harga Emas Naik Menjadi Rp626 Ribu per Gram

KOMENTAR

Ini yang Membedakan Antara Batik Banten dengan Batik Daerah Lain
Top