Jumat, 10 April 2020 |
Highlight - News Adv

Ini Rincian Investasi di Provinsi Banten Sampai Juni 2016

Senin, 22 Agt 2016 | 09:37 WIB Dibaca: 1674 Pengunjung

Kepala BKPMPT Provinsi Banten, Babar Suharso (kanan) bersama investor.* (Dok: BKPMPT Banten).

[NEWSmedia] – Provinsi Banten memiliki potensi besar dan menjadi magnet bagi para investor. Selain adanya 12 proyek nasional, pertumbuhan investasi di wilayah Banten juga terus berkembang.

Gubernur Banten, Rano Karno mengatakan, adanya 12 proyek nasional, salah satunya pembangungan jalan Tol Serang-Panimbang sepanjang 83,9 km yang kini sedang berjalan, akan memunculkan multiplier effect terhadap sektor investasi lainnya.

“Dampaknya akan menimbulkan potensi investasi di sektor lainnya, salah satunya investasi real estate,” kata Rano Karno, seraya mengungkapkan, pertumbuhan investasi di Banten terus menggeliat, seperti pada sektor pembangunan perumahan, pertokoan, dan perkantoran.

Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada Semester I Tahun 2016, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) untuk sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar 12.9 juta US$ dengan 12 proyek. Dengan ini, investasi sektor real estate di Banten telah mampu menarik investor asing.

Masih berdasarkan laporan tersebut, pergerakan investasi di Provinsi Banten terus mengalami tren kenaikan, bahkan mengalami peningkatan di tahun 2016. Badan Koordininasi Penanaman Modal (BKPM) per April-Juni Triwulan II tahun 2016 mencatat nilai investasi untuk Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai 749,88 juta US$ dari 773 proyek.

Pada triwulan pertama, PMA Banten masih di peringkat ke-3 secara nasional setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pada semester I (Januari-Juni) Tahun 2016, PMA Banten masih menempati urutan tiga besar dengan capaian 1.650,5 juta juta US$ dari 1.105 poyek.

Untuk PMA, sektor investasi mayoritas bergerak di bidang perdagangan dan reparasi sebanyak 181 proyek dengan nilai investasi 4,3 juta US$. Pada semester I Tahun 2016, sektor investasi PMA terbesar bergerak di sektor reparasi dan perdagangan sebanyak 250 sektor dan nilai investasi sebesar 7.9 juta US$.

Sementara untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) nilai investasi di Banten mencapai Rp665,18 miliar dari 163 proyek. PMDN Banten melompat jauh di urutan ke-17 yang sebelumnya berada di urutan ke-4.

Pada semester I (Januari-Juni) Tahun 2016, realisasi investasi PMDN Banten menempati urutan ke-7 dengan capaian investasi sebesar Rp4,92 triliun dari 241 poyek.

“Jika diakumulasi, total realisasi investasi Triwulan II Tahun 2016 di Banten sebesar Rp10,8 Triliun dari total semester I yang mencapai Rp. 27,2,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten Babar Suharso, pekan kemarin.

Babar mengatakan, meskipun nilai investasi setiap daerah di Banten cenderung fluktuatif, namun daerah yang memiliki kawasan industri nilai investasi tetap terjaga adalah Kota Cilegon, Kabpuaten Serang, dan Kabupaten Tangerang.

Adapun sektor investasi yang paling banyak diburu PMDN adalah industri kertas, barang dari kertas, dan percetakan sebanyak 44 proyek dengan nilai investasi Rp189,3 miliar. Pada semester I Tahun 2016, sektor investasi PMDN terbesar bergerak di sektor industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik sebanyak 55 proyek dan nilai investasi sebesar Rp778,5 miliar.

Wilayah Investasi

Dari sebaran investasi pada April-Juni Tahun 2016, nilai investasi tertinggi PMA berada di Kota Cilegon dengan nilai investasi sebesar 236,8 juta US$ dan 82 proyek, disusul Kabupaten Serang sebesar 229,5 juta US$ dan 143 proyek, Kabupaten Tangerang sebesar 146,5 juta US$ dan 349 proyek, Kota Tangerang Selatan sebesar 64,5 juta US$ dan 80 proyek, Kota Tangerang sebesar 27,7 juta US$ dan 189 proyek, Kota Serang sebesar 25,5 juta US$ dan 10 proyek, Kabupaten Lebak sebesar 19,2 juta US$ dan 12 proyek, dan Kabupaten Pandeglang sebesar 93 ribu US$ dan 1 proyek.

Pada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Kota Cilegon menempati urutan pertama dengan realisasi investasi tertinggi di Banten. Dengan rincian nilai investasi Kota Cilegon sebesar Rp293 miliar dan 15 proyek, Kabupaten Tangerang sebesar Rp267 miliar dan 89 proyek, Kabupaten Serang sebesar Rp63,8 miliar dan 29 proyek, KotaTangerang sebesar Rp34 miliar dan 36 proyek, Kabupaten Lebak sebesar Rp5,2 miliar dan 6 proyek, dan Kabupaten Pandeglang sebesar Rp1,3 miliar, dan Kota Serang Rp443 juta dengan 5 proyek.

Invetasi Berdasarkan Negara

Sementara itu, berdasarkan negara yang menginvestasikan modalnya di Provinsi Banten per April-Juni, Singapura merupakan negara dengan nilai investasi tertinggi sebesar 274 miliar US$ dan 172 proyek. Selanjutnya berturut-turut, negara Jepang sebesar 188 miliar US$ dan 128 proyek, R.R Tiongkok sebesar 150,9 miliar US$ dan 57 proyek, Swiss sebesar 54 miliar US$ dan 14 proyek, British Virgin Islands sebesar 19,2 miliar US$ dan 45 proyek, Hongkong RRT sebesar 17,6 miliar US$ dan 27 proyek, dan Korea Selatan sebesar 11 miliar US$ dan 189 proyek. [Adv]

Publisher: newsmedia.co.id
Bagikan:

LAINNYA

TERIMA KASIH, PRESIDEN JOKOWI !
Rabu, 01 Apr 2020 | 10:59 WIB
TERIMA KASIH, PRESIDEN JOKOWI !
Islam Politik Ambyar
Senin, 16 Des 2019 | 12:20 WIB
Islam Politik Ambyar

KOMENTAR

Ini Rincian Investasi di Provinsi Banten Sampai Juni 2016
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top