Rabu, 18 September 2019 |
News Room

Ini Respons Gubernur Banten Soal Direktur RSUD Jadi Tersangka Korupsi Rp17,8 M

Selasa, 25 Jul 2017 | 06:30 WIB Dibaca: 3428 Pengunjung

Wahidin Halim saat pembukaan Turnamen Futsal Piala Gubernur Banten di Lapangan Pancaniti, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug Kota Serang, Senin (24/7/2017). (Foto: Biro ARTP)

SERANG, [NEWSmedia] - Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten, Dwi Hesti Hendarti oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana jasa pelayanan senilai Rp17,8 miliar di RSUD Banten tahun anggaran 2016.

Penetapan status tersangka terhadap Direktur RSUD Banten Dwi Hesti Hendarti diungkapkan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Serang Agustinus Olav Mangotan. Dari total dana jasa pelayanan tersebut, ada dugaan dikorupsi sebesar Rp1,9 miliar.

“Benar sudah ditetapkan sebagai TSK (tersangka) melalui gelar perkara yang dilaksanakan Kamis kemarin (pekan lalu, terkait layanan jasa kesehatan RSUD Banten,” kata Olav kepada wartawan, kemarin.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, pihaknya akan menghormati azas hukum yang berlaku. Penetapan Dirut RSUD Banten sebagai tersangka tersebut masih dalam dugaan.

“Kita harus hormati hukum, kalau sudah terdakwa baru kita berhentikan sementara,” kata Wahidin diwawancara saat acara Futsal Piala Gubernur Banten di Lapangan Pancaniti, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug Kota Serang, Senin (24/7/2017).

Wahidin mengatakan akan terus melihat perkembangan kasus tersebut. Jika status Dirut RSUD Banten sudah menjadi terdakwa, Pemprov Banten akan mengambil langkah yang tegas.

“Kalau kira-kira menganggu, ya kita ganti. Sejauh ini masih aktif, saya minta Sekda untuk mengkaji, kita lihat aja perkembangannya,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Inspektorat Provinsi Banten, E Kusmayandi mengaku sudah dimintai keterangan oleh penyidik Kejari Serang. Namun, ia enggan memberikan penjelasan lebih detail terkait materi pemeriksaan.

“Betul pemeriksaan ulang, auditor dari kita juga dipanggil kejari hari ini (Senin, 24 Juli 2017) untuk pemeriksaan ulang,” kata Kusmayadi.

Ia mengatakan, pihaknya belum melakukan perhitungan ulang kerugian atas dugaan tindak pidana korupsi tersebut. Sejauh ini, kerugian yang dialami negara atas dugaan korupsi dana jaspel tersebut sebesar Rp1,9 miliar.

“Nanti barangkali jika sudah diminta, kami siap melakukan penghitungan ulang, karena sekarang lagi ditangani aparat penegak hukum,” ujarnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Ini Respons Gubernur Banten Soal Direktur RSUD Jadi Tersangka Korupsi Rp17,8 M
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top