Sabtu, 16 Februari 2019 |
News Room - Kesehatan

Ini Penjelasan RSUD Banten Soal Pasien Jamkesmas yang Meninggal

Senin, 11 Feb 2019 | 17:33 WIB Dibaca: 476 Pengunjung

Wadir Pelayanan RSUD Banten, Ajat Drajat saat memberikan keterangan pers di RSUD Banten, Senin (11/2/2019).*

SERANG, [NEWSmedia] - Wakil Direktur Pelayanan RSUD Banten Ajat Drajat, menjelaskan, pasien Jamkesmas Domin Mulyawan (59) yang meninggal beberapa waktu lalu sempat ditangani secara medis di RSUD Banten pada Sabtu (2/2/2019) sore, pukul 17.00 WIB.

Meski saat itu tempat tidur di RSUD Banten penuh, namun pihaknya sempat merawat almarhum di Ruang IGD sampai minggu pagi.

"Almarhum sempat diperiksa dokter spesialis, dan diminta untuk kembali pada hari Senin (4/2/2019) untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Ajat Drajat didampingi Kepala Humas, Tri Agus Yuarsa dan Kepala IGD Kristin Natalia dalam jumpa pers di RSUD Banten, Senin (11/2/2019).

Ia mengatakan, pasien bernama Domin Mulyawan datang ke RSUD Banten untuk pemeriksaan lanjutan pada hari Senin (4/2/2019), sekitar pukul 12.00 WIB. Dari pemeriksaan yang dan dilakukan USG, pasien diminta untuk ke bagian radiologi.

“Kami cek ternyata, pasien bernama Domin Mulyawan itu tidak datang ke bagian radiologi. Tidak ada pasien itu. Kami menduga, pasien pulang. Padahal langkah ke bagian ragiologi itu sangat penting untuk memastikan dugaan sementara bahwa yang bersangkutan menderita batu empedu. Jika sudah diketahui, kami bisa menetapkan langkah pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien,” katanya.

Ia menuturkan, pihaknya mengetahui kondisi pasien setelah dimuat di media online yang menyebutkan pasien itu meninggal dan tetangga pasien mengatakan tidak dittangani di RSUD Banten.

BACA JUGA: Tak Diberi Pelayanan, Pasien Jamkesmas RSUD Banten Meninggal

“Kami memiliki segala rekaman tentang pasien bernama Domin Mulyawan yang datang pada hari Sabtu. Jam berapa datang ke IGD, jam berapa ditangani oleh dokter siapa dan diberi obat apa. Semua terekam dalam catatan dan CCTV yang kami pasang. Juga kami punya catatan pada hari Seninnya,” katanya.

Soal tempat tidur yang penuh, ia menerangkan, dari 127 tempat tidur yang ada di RSUD Banten, tempat tersebut dibagi-bagi untuk tempat tidur anak, tempat tidur lelaki, tempat tidur perempuan dan tempat tidur dengan penyakit khusus. Sementara untuk penyakit yang diderita Domin, Ajat membenarkan tempat tidur sudah digunakan pasien lainnya.

“Kan tidak mungkin menempatkan Pak Domin itu di tempat tidur anak-anak atau tempat tidur dengan penyakit khusus. Karena itu, pasien sempat berada di ruang IGD hingga minggu pagi untuk observasi,” terangnya.

Ia juga menyesalkan, almarhum pulang tanpa melakukan pemeriksaan ke bagian radiologi RSUD Banten.

“Seandainya itu dilakukan, kami bisa memetakan penyakit yang dideritanya lebih akurat dan langkah-langkah medis yang bisa dilakukan. Setidanya, itu ikhtiar kami,” pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Ini Penjelasan RSUD Banten Soal Pasien Jamkesmas yang Meninggal

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top