Minggu, 16 Agustus 2020 |
News Room

Ini Pengakuan Kepala BKPMPT Banten Soal Keberadaan Rano Karno di Australia

Rabu, 16 Nov 2016 | 20:00 WIB Dibaca: 1578 Pengunjung

Kepala BKPMPT Banten Babar Suharso (kiri) bersama pejabat Pemprov Banten saat pembukaan Indonesia Bussiness Summit 2016 di Australia, Sabtu (12/11/2016).*

SERANG, [NEWSmedia] - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Perizinan (BKPMPT) Provinsi Banten Babar Suharso mengakui keberadaan Rano Karno di Australia adalah terkait dengan rencana investasi Pemerintah Australia di Provinsi Banten. Menurut Babar, Gubernur Banten non-aktif itu ikut menghadiri pertemuan dan sempat bertemu masyarakat di Australia.

“Banyak peminatan investasi dari Australia itu disambungkan oleh Dubes kita di sana. Karena yang nyambungkan dari 2015 itu Dubes dan Pak Rano. Jadi pihak-pihak pengusaha perlu menjelaskan bahwa Pak Rano sudah tidak lagi menjabat sebagai gubernur,” kata Babar kepada wartawan usai menghadiri paripurna DPRD Banten, Rabu (16/11/2016).

Babar mengakui dirinya bersama pejabat lain yang berangkat ke Australia bertemu Rano Karno . Bahkan, kata dia, Rano Karno sempat bertemu masyarakat di sana, termasuk warga Indonesia yang berada di Australia.

“Pak Rano itu hanya menghadiri, dan pada saat itu menyaksikan saja, meyakinkan masyarakat sana, dan masyarakat Indonesia di sana, bahwa Banten aman untuk investasi,” ungkap Babar.

Berita sebelumnya: Di Rapat Paripurna DPRD Banten, Keberadaan Rano Karno di Australia Dipertanyakan

Sebelumnya ia sempat menjelaskan bahwa kunjungan ke Australia bagi Pemerintah Provinsi Banten sudah terjadwal setiap tahun atas undangan Kedubes RI. Untuk acara Indonesia Bussines Summit tahun ini, kata Babar, adalah tahun ketiga.

“Setiap bulan November. Dua tahun yang lalu, 2014-2015 diadakan di Canbera. Tahun 2016 ini di Perth. Nah, Banten itu sudah ngikuti sejak 2015, dihadiri pada saat itu masih Pak Gubernur, Pak Rano Karno,” ujarnya.

Babar mengungkapkan, dalam pertemuan itu dirinya bersama Sekda Banten Ranta Soeharta dan Kepala Dishubkominfo Banten Revri Aroes bertemu dengan pengusaha membahas rencana investasi, di antaranya proyek di Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.

“Kita ketemu tiga pengusaha. Kita juga akan coba membangun kerjasama kapal yang dikelola BGD. Kapal pesiar atau kapal Roro atau kapal tugboat, nanti bisnisnya BGD. Karena pada saat itu BGD hadir, GM Pelindo II Ciwandan hadir dan Kepala Dinas Perhubungan juga hadir. Jadi ini ada kaitannya dengan infrastruktur perhubungan. Nanti tindak lanjut lagi, mungkin dalam waktu dekat, kita akan kedatangan investornya ke Jakarta atau ke Banten lihat lokasi pelabuhannya," ungkapnya.

Di dalam rapat Paripurna DPRD Banten, Rabu (16/11/2016), persoalan Rano Karno berada di Australia dipertanyakan. Anggota DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan melakukan interupsi saat paripurna akan dimulai.

Fitron mempertanyakan kepada Plt Gubernur Banten Nata Irawan dan Sekda Banten Ranta Soeharta, dalam kapasitas apa Rano Karno berada dalam acara pertemuan pemerintahan di Australia.

"Ingat, gubernur itu jabatan, bukan perseorangan Rano Karno. Siapaun Gubernur Banten adalah lembaga, bukan pribadi. Tidak bisa pribadi Rano Karno mengatasnamakan gubernur lagi di Australia. Kan sudah ada Plt Gubernur, Nata Irawan, harusnya yang berangkat. Rano Karno sudah non-aktif," kata Fitron. [anw]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Ini Pengakuan Kepala BKPMPT Banten Soal Keberadaan Rano Karno di Australia
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top