Minggu, 11 April 2021 |
News Room

Ini Pendorong Penguatan Rupiah Terhadap Dolar AS

Kamis, 15 Des 2016 | 07:20 WIB Dibaca: 998 Pengunjung

Foto Ilustrasi

[NEWSmedia] - Arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan dalam negeri pada Desember mencapai Rp7 triliun. Secara year to date sejak awal tahun hingga menjelang tutup tahun, arus modal yang masuk berada di kisaran Rp130 triliun.

"Desember ini kita inflow. Makanya nilai tukar kita menguat karena ada inflow. Sekitar Rp7 triliun," jelas Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Juda Agung, saat ditemui di gedung parlemen, Jakarta, Rabu 14 Desember 2016.

Juda mengakui, terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat beberapa waktu yang lalu memang membuat ekspektasi para pelaku pasar keuangan berlebihan. Ini menjadi salah satu yang menyebabkan rupiah melemah terhadap dolar AS.

Namun, Juda menegaskan, pergerakan mata uang Garuda pun bisa kembali menggeliat dalam beberapa hari terakhir, di tengah rencana Bank Sentral AS (The Fed), yang akan kembali melakukan pertemuan untuk menentukan arah kebijakan moneter ke depan pada minggu-minggu ini.

"Market selalu begitu. Bereaksi duluan dengan melakukan adjusment. Tapi di Desember sudah kelihatan masuk," ungkapnya.

BI, lanjut Juda, meyakini bahwa kepastian The Fed untuk menaikkan tingkat suku bunga acuannya pada akhir tahun ini akan menjadi kenyataan. Kepastian ini, juga membuat nilai tukar rupiah terhadap mata uang Paman Sam bergerak stabil.

"Jadi bukan surprise lagi FFR (Fed Fund Rate) itu. 94 persen most likely kelihatan akan naik," ujarnya.

Sebagai informasi, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada hari ini berada di posisi Rp13.285 per dolar AS, kembali menguat Rp24 dari posisi kemarin, 13 Desember 2016 yakni di level Rp13.309 per dolar AS. [viva]

Editor: Newsmedia
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Ini Pendorong Penguatan Rupiah Terhadap Dolar AS

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top