Kamis, 19 Juli 2018 |
News Room

Ini Momen Ketika 5.000 Mahasiswa Baru Unpam Bertemu Wagub Termuda di Indonesia

Selasa, 05 Sept 2017 | 07:46 WIB Dibaca: 1279 Pengunjung

Momen foto bersama 5.000 mahasiswa baru Universitas Pamulang dan civitas akademika dengan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dalam kegiatan Pengenalan Kampus bagi mahasiswa baru di kampus Unpam, Tangsel, Senin (4/9/2017).*

PAMULANG, [NEWSmedia] - Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menjadi tamu spesial dalam kegiatan Pengenalan Kampus bagi mahasiswa baru di Universitas Pamulang (Unpam), Tangerang Selatan, Senin (4/9/2017).

Kedatangan Andika di kampus Unpam disambut riuh sekitar 5.000 mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan pengenalan kampus. Wakil Gubernur termuda di Indonesia itu pun menjadi objek foto bersama dengan ribuan mahasiswa Unpam, serta rektor, dekan dan dosen.

Dalam sambutannya, Andika menyampaikan pandangannya terhadap dunia kampus. Ia menyarankan agar mahasiswa memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk serius belajar, sehingga pada saat selesai kuliah nanti, akan siap menghadapi persaingan global di dunia kerja.

“Dengan berlakunya masyarakat ekonomi Asean atau MEA sekarang kita bersaing di dunia kerja bukan cuma dengan saudara-saudara kita sesama bangsa Indonesia, melainkan dengan juga warga dunia lainnya dari berbagai negara,” kata Andika.

Andika mengungkapkan, standar pendidikan di sejumlah negara, termasuk di sejumlah negara Asean, lebih tinggi dibandingkan standar pendidikan di Indonesia. Hal itu menjadi tantangan agar mahasiswa lebih serius selama menempuh pendidikan.

Pada bagian lain, Andika meminta perguruan tinggi (PT) di Banten bisa lebih memaksimalkan perannya dalam menangani persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Menurut Andika, perguruan tinggi jangan hanya terfokus pada satu peran sebagai penyelenggara pendidikan. Karena jika merujuk pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, ia menyebut ada dua peran lagi yang bisa dimaksimalkan perguruan tinggi, yakni penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Tri Dharma itu kan pendidikan, litbang dan pengabdian masyarakat. Nah, yang litbang dan pengabdian kepada masyarakatnya ini kalau dimaksimalkan itu akan sangat membantu masyarakat,” terang Andika.

Namun Andika juga mengakui bahwa sejauh ini peran litbang dan pengabdian masyarakat sudah dilakukan oleh perguruan tinggi. Contohnya yaitu Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang diselenggarakan kampus setiap tahun dan melibatkan ribuan mahasiswa.

Demikian juga untuk peran litbang, Andika menyebut banyak riset yang dilakukan para dosen setiap tahun. “Tapi saya banyak mendengar kalau KKM dan riset yang dilakukan hanya untuk memenuhi kewajiban civitas akademika saja. Memang tidak semua, tapi kita berbicara dari sisi dampak yang dirasakan oleh masyarakat, saya kira masih bisa dimaksimalkan itu,” tuturnya.

Menurut Andika, masih banyak persoalan yang masih dihadapi masyarakat Banten dan membutuhkan peran civitas akademika di perguruan tinggi, yaitu melalui riset dan pengabdian masyarakat.

“Misal di pertanian, butuh riset yang bagaimana sebuah komoditas pertanian bisa memiliki hasil panen yang baik, dan dapat dipasarkan dengan baik. Demikian juga di sektor lain,” imbuhnya.

Khusus untuk peran di bidang pengabdian kepada masyarakat, Andika mengatakan KKM harus bisa berdampak positif  bagi masyarakat di lokasi KKM. “Misal ada persoalan kurangnya pola hidup bersih, dengan KKM harusnya masyarakat tersebut menjadi meninggalkan kebiasaan pola hidup tidak sehat dan beralih ke pola hidup sehat,” ujarnya. [idr]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Ini Momen Ketika 5.000 Mahasiswa Baru Unpam Bertemu Wagub Termuda di Indonesia
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top