Jumat, 04 Desember 2020 |
News Room

Ini ‘Maklumat’ Forum Syuhada Indonesia Jika Pemerintah Tidak Tegas Pada Kasus Ahok

Sabtu, 26 Nov 2016 | 13:01 WIB Dibaca: 4073 Pengunjung

Forum Syuhada Indonesia melakukan jumpa pers terkait Aksi Bela Islam di Pondok Venus Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (25/11/2016).*

JAKARTA, [NEWSmedia] - Forum Syuhada Indonesia (FSI) yang terdiri dari Gerakan Pemuda Islam, Alwasliyah, Gerakan Pemuda Ka’bah dan organisasi kedaerahan (Betawi dan Banten) menyatakan sikap terkait Aksi Bela Islam terkait kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Panglima Forum Syuhada Indonesia (FSI), Diko Nugraha mengatakan, saat ini situasi nasional dianggap sudah sangat tidak kondusif. Umat muslim Indonesia berharap Polri untuk segera menahan Ahok yang sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penistaan agama.

“Kami (umat muslim) melawan ketidakadilan yang ada di negeri ini, berupa ketidakadilan hukum, ketidakadilan sosial dan ketidakadilan dalam proses berbangsa dan bernegara,” kata Diko Nugraha dalam jumpa pers di Pondok Venus Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Menurut Diko, Aksi Bela Islam III pada Jumat, 2 Desember 2016 merupakan wujud harapan umat Islam dalam menuntut keadilan. Ia mengatakan, apabila aksi nanti tidak mendapat respons dari pemerintah, maka akan ditempuh melalui jalan damai yang tetap berpegang teguh pada Pancasila dan mendesak Presiden Jokowi dan lembaga negara untuk segera melaksanakan musyawarah dan mufakat atas stabilisasi nasional.

Terkait status keamanan nasional, Diko menyatakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah inkonstitusional dan memasung kebebasan. Ia juga menganggap Kapolri telah membuat teror dan kekerasan secara nasional.

“Kapolri tidak berhak menilai keabsahan beribadah umat Islam. Pelaksanaan Salat Jumat bebas di mana saja, yang terpenting memiliki niat yang bersih dan berkiblat kepada Allah SWT. Keadaan tersebut merupakan keadaan darurat yang dilaksanakan sesuai dengan sikap, amaliah, ubudiah,” tutur Diko.

Baca juga: Kiai Banten: Pak Kapolri, Saya Mah Cuma Pengen Ahok Ditangkap

Selain itu, ia juga meminta Kapolda Metro Jaya harus segera mencabut maklumat yang tidak memiliki dasar hukum dan meresahkan ibu kota negara. Menurut dia, aksi unjuk rasa sesuai dengan konstitusi, diatur dalam pasal 28 UUD 45, dilengkapi deklarasi universal HAM.

“Apabila dalam Aksi Bela Islam III nanti ada pihak yang merasa terganggu, maka FSI mewakili umat muslim Indonesia akan meminta maaf kepada seluruh warga Indonesia, khususnya Jakarta atas terganggunya ketertiban yang diakibatakan oleh aksi ini. Aksi ini dilakukan karena dalam keadaan darurat atau terpaksa, demi terwujudnya keadilan kemaslahatan umat beragama di Indonesia,” ujar Diko. [adista]

Penulis: Adista Widyanata
Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Ini ‘Maklumat’ Forum Syuhada Indonesia Jika Pemerintah Tidak Tegas Pada Kasus Ahok
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top