Jumat, 14 Desember 2018 |
News Room - News Gallery

Ini Jenis BBM yang Harganya Naik?

Kamis, 11 Okt 2018 | 12:00 WIB Dibaca: 155 Pengunjung

Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - PT Pertamina (Persero) menaikkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) untuk Pertamax Series, Dex Series, dan Biosolar Non PSO. Harga baru ini berlaku di seluruh Indonesia sejak Rabu 10 Oktober 2018 kemarin.

Sejak 17 Juli lalu, harga Pertamax di Jakarta Rp 9.500 per liter. Mulai hari ini, harga Pertamax menjadi Rp 10.400 atau naik Rp 900 per liter.

External Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan, penyesuaian ini sejalan dengan harga minyak dunia.

"Penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik di mana saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus US$ 80 per barel," kata dia.

Sementara, harga BBM Premium, Biosolar PSO dan Pertalite tidak naik. Harga BBM untuk daerah yang terkena bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah juga tidak naik.

Penetapannya mengacu pada Permen ESDM No. 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

Apakah langkah Pertamina menaikkan harga Pertamax Cs ini diminta oleh pemerintah? Simak berita lengkapnya.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan bahwa langkah menaikkan harga Pertamax Cs ini merupakan keputusan badan usaha sepenuhnya.

"Nggak (diminta pemerintah) itu keputusan badan usaha lah," kata Adiatma kepada detikFinance.

Adiatma mengungkapkan bahwa keputusan menaikkan harga ini didasari oleh naiknya harga minyak dunia. Terlebih, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) juga sedang tinggi saat ini.

"Karena memang fluktuasi harga minyak yang sudah semakin tinggi, dan itu kan barang yang bukan diatur, jadi bisa naik dan bisa turun," ujarnya.

Lebih lanjut, Adiatma mengatakan, bahwa pihak kompetitor atau badan usaha lainnya juga sudah menaikkan harga jual BBM-nya terlebih dahulu. Oleh sebab itu Pertamina harus ikut menyesuaikan untuk bisa lebih kompetitif.

"Kompetitor juga kan udah lebih awal sudah menaikkan harga, sudah sebulan lalu. Mereka sudah lama," tuturnya.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan bahwa langkah menaikkan harga Pertamax Cs ini merupakan keputusan badan usaha sepenuhnya.

"Nggak (diminta pemerintah) itu keputusan badan usaha lah," kata Adiatma.

Adiatma mengungkapkan bahwa keputusan menaikkan harga ini didasari oleh naiknya harga minyak dunia. Terlebih, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) juga sedang tinggi saat ini.

"Karena memang fluktuasi harga minyak yang sudah semakin tinggi, dan itu kan barang yang bukan diatur, jadi bisa naik dan bisa turun," ujarnya.

Lebih lanjut, Adiatma mengatakan, bahwa pihak kompetitor atau badan usaha lainnya juga sudah menaikkan harga jual BBM-nya terlebih dahulu. Oleh sebab itu Pertamina harus ikut menyesuaikan untuk bisa lebih kompetitif.

"Kompetitor juga kan udah lebih awal sudah menaikkan harga, sudah sebulan lalu. Mereka sudah lama," tuturnya.

Adiatma mengatakan bahwa Pertamina sebagai badan usaha tak perlu mendapatkan izin dari pemerintah untuk bisa menaikkan harga jual. Sebab, jenis BBM ini tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah. Pertamina hanya perlu melapor dan menyampaikan ke pemerintah terkait keputusan ini. 

Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 43 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 191 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM.

"Dasar hukumnya adalah itu Perpres 191 dan kemudian Perpres 43 Tahun 2018, untuk Pertamax itu badan usaha cukup melaporkan, menyampaikan ke pemerintah," katanya kepada detikFinance, 

Lain halnya dengan Premium dan Solar, Kedua jenis BBM tersebut mendapatkan subsidi dari pemerintah. 

"Itu (Pertamax) kan barang yang bukan diatur, jadi bisa naik dan bisa turun," ujarnya.

Dia menambahkan, bahwa langkah ini sepenuhnya merupakan keputusan badan usaha untuk dalam menghadapi kenaikan harga minyak mentah dunia.  [dtc]

Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Ini Jenis BBM yang Harganya Naik?

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top