Rabu, 08 April 2020 |
News Room - Politik - Banten Memilih

Ini 2 Pernyataan Rano-Embay yang Dinilai Tidak Sesuai Fakta

Senin, 30 Jan 2017 | 16:54 WIB Dibaca: 3051 Pengunjung

Acara debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2017 di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta Selatan, Minggu (29/1/2017). (Foto: Republika)

JAKARTA, [NEWSmedia] - Acara debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2017 yang digelar di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta Selatan dan disiarkan langsung oleh tvOne, Minggu (29/1/2017) berjalan dinamis. Tema yang diangkat yakni ‘Memajukan dan menyelesaikan persoalan Banten’.

Ada banyak yang disampaikan terkait visi-misi dan program kerja dari masing-masing pasangan calon gubernur-wakil gubernur yang akan bertarung di Pilkada Banten 2017. Namun, ada pernyataan dari calon gubernur Rano Karno maupun calon wakil gubernur Embay Mulya Syarief yang dinilai tidak sesuai fakta.

Pertama, pernyataan calon wakil gubernur nomor 2, Embay Mulya Syarief yang mengungkapkan keberhasilan Rano Karno dalam membangun infrastruktur jalan di wilayah Banten selatan. Embay mengatakan, Rano Karno sudah membuktikan kinerjanya membangun Banten.

“Pak Rano Karno sudah bukan akan, tapi sudah melakukan itu. Jalan Saketi-Malingping itu rusak parah, yang dikerjakan dengan penuh dengan korupsi, yaitu besinya tidak ada di tengah, sekarang sudah nyampe ke Bayah. Perjalanan yang semula hanya, dulu bisa 9 jam dari Serang ke Bayah, sekarang cukup ditempuh hanya dengan waktu 2 jam,” ucap Embay, meyakinkan.

Namun, pernyataan Embay soal perjalanan dari Serang ke daerah Bayah yang ditempuh hanya dengan waktu dua jam dikritik netizen dan menjadi viral di media sosial. Salah satu akun facebook bernama Ucu Nur Arief Jauhar misalnya. Ia menulis ‘2 Jam Serang – Bayah? kwkwkwkwkw’

Akun facebook lain bernama Khoirul Umam Kf menulis ‘Alhamdulillah serang-malingping 2 jam cukup. Terima kasih Pak Rano Karno’. Namun yang ditulis Khoirul Umam Kf itu adalah Malingping, sedangkan yang disebut calon wakil gubernur Embay Mulya Syarief adalah daerah Bayah.

Yang kedua adalah pernyataan Rano Karno saat menjawab pertanyaan cawagub Andika Hazrumy terkait sistem penunjang program kerja Pemerintah Provinsi Banten yang berbasis teknologi informasi, yakni e-planning, e-budgeting dan e-controling.

Andika mengatakan, bersama calon gubernur Wahidin Halim akan mengelola Pemerintahan Provnsi Banten dengan mengadopsi konsep good governance, yang di dalamnya terdapat unsur transparansi, akuntabilitas dan partisipasi masyarakat.

“Ini gunanya bagaimana ke depan masyarakat bisa melihat, mengawasi poses dari perencanaan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan di bawah kepemimpinan WH-Andika. Dalam konteks ini, kami ingin memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mengetahui apa yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Banten,” ujarnya.

Andika mengungkapkan akan memanfaatkan teknologi informasi, yakni membuat program e-planning, e-budgeting dan juga e-controlling dalam menjalankan sistem pemerintahan nanti. “itu merupakan salah satu komitmen kami berdua dengan Pak Wahidin Halim. Dengan fungsi inilah masyarakat bisa melihat, bisa mengakses. Seperti e-planning, masyarakat bisa ikut berperan aktif dalam proses perencanaan pembangunan di Provinsi Banten. Dalam e-budgeting, masyarakat bisa melihat dan juga mengawasi proses perencanaan keuangan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Banten,” terangnya.

“Ke depan pun, Pak Rano dan Pak Embay nanti bisa membuka e-budgeting kami. Melihat bagaimana perencanaan keuangan yang kami lakukan. Dengan diawasi oleh masyarakat secara luas, saya yakin, tertutup cara untuk melakukan korupsi di Provinsi Banten. Dengan kontrol dari masyarakat, saya yakin, masyarakat dapat berperan aktif funtuk mengawal pembangunan di Provinsi Banten. Insya Allah, kami berdua, saya yakin, WH-Andika kunci jalan keluar untuk permasalahan di Provisi Banten,” sambung Andika.

Setelah mendengar pemaparan Andika, Rano Karno mengatakan bahwa dirinya saat menjabat Gubernur Banten sudah membuat e-planning. “Kalau tadi Mas Andika mengatakan akan membuat e-planning, kami sudah buat. APBD tahun 2017 ini e-planning. Sudah, sudah kita lakukan itu, e-budgeting sudah,” ujar Rano.

Bahkan, kata Rano, hasil APBD 2017 Provinsi Banten yang sudah diketuk evaluasi Kemengdari telah menggunakan e-planning. “Sudah kita lakukan sekarang, bukan nanti. Sekarang sudah. Karena ini juga bagian tuntutan arahan Korsupgah (koordinasi supervisi dan pencegahan KPK) itu, agar tidak ada titipan-titipan, tidak ada progam siluman, tidak ada proyek yang menggantung,” terang Rano.

Mendengar jawaban Rano Karno, Andika berbalik menyanggah. Ia menegaskan yang dibahas tadi bukan hanya e-planning, melainkan integrasi sistem lainnya seperti e-budgeting dan e-controlling. “Pak Rano tadi hanya bicara e-planning, kan secara keseluruhan sistem ini harus terintegrasi,” kata Andika.

“Saya pun bertanya begini karena sudah mencoba, Pak Rano. Saya tidak bisa membuka e-planning Pemprov Banten, jadi saya ungkapkan di sini. Bagaimana ke depan ini menjadi komitmen kami berdua, masyarakat Banten harus ikut mengawal, baik dari perencanaan yang dilakukan oleh pemprov banten serta penggunaan anggaran yang dlakukan pemprov,” tuturnya.

Pengakuan sistem e-planning yang dikatakan Rano Karno pun dikritik netizen. ‘Mana nih e-planning Rano Karno,” tulis akun facebook bernama Ucu Arief Nur Jauhar yang juga melampirkan capture laman website bantenprov.go.id.

Penelusuran NEWSmedia juga demikian. Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Banten belum memiliki sistem e-planning. Adapun sistem yang dimaksud Rano Karno dipakai untuk menyusun rencana kerja dan anggaran, yakni aplikasi e-DRPK.

Berita terkait: Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2017 Pemprov Banten Berbasis Online

Sistem aplikasi e-DRPK dipakai Pemprov Banten untuk penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) di seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemprov Banten. Penyusunan ini berbeda dari tahun anggaran sebelumnya yang masih menggunakan sistem manual.

Aplikasi e-DRPK tersebut terintegrasi antara sistem di SKPD, dengan sistem di Bappeda dan Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah (Simda). [ard]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Ini 2 Pernyataan Rano-Embay yang Dinilai Tidak Sesuai Fakta
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top