Sabtu, 21 Oktober 2017 |
News Room - Ekonomi

Impor Naik 10 Kali Lipat, Kenapa Garam Masih Mahal?

Selasa, 03 Okt 2017 | 07:02 WIB Dibaca: 183 Pengunjung

Foto ilustrasi

JAKARTA, [NEWSmedia] - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, harga jual garam di 64 kota yang disurvei tercatat mengalami kenaikan 8,31 persen pada September 2017. Kenaikan ini tidak terpengaruh banjir impor garam yang terjadi di Agustus 2017 yang naik hingga 1.011 persen atau 10 kali lipat.

Kepala BPS, Suhariyanto atau yang akrab disapa Kecuk mengungkapkan, akibat kenaikan harga sebesar 8,31 persen pada September 2017, garam merupakan salah satu bahan pangan penyumbang inflasi pada bulan kesembilan dengan andil 0,01 persen.

"Di September, (inflasi) sudah ada pengaruh garam. Tapi kenaikan harganya hanya naik 8,31 persen dengan andil terhadap inflasi kecil, sebesar 0,01 persen," kata Kecuk di kantornya, Jakarta, Senin (2/10/2017).

Lebih jauh Kecuk menjelaskan, peningkatan harga garam terjadi di 64 kota dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang di survei BPS. Sementara sisanya 18 kota mengalami stabilitas atau penurunan harga jual garam di pasar.

"Kenaikan harga di 64 kota IHK, sedangkan kota sisanya sudah mulai turun atau relatif stabil harganya. Misalnya harga garam di Tual dan Palopo masih tinggi, tapi di tempat lain justru sebaliknya. Jadi sumbangan 0,01 persen itu di 64 kota, bukan 82 kota," dia menuturkan.

Sementara itu, Direktur Statistik Harga BPS, Yunita Rusanti mengatakan, impor garam pada Agustus 2017 belum terlalu berpengaruh ke harga jual lantaran distribusi yang belum merata di seluruh Tanah Air.

"Kan pencatatan kami di 62 kota. Nah pendistribusiannya (garam) belum merata. Bisa jadi meski sudah ada impor, di beberapa kota ada yang sudah turun atau kembali ke harga semula, tapi di beberapa kota masih ada yang naik. Jadi lebih ke distribusi yang belum merata," terangnya.

Dia berharap, seiring pendistribusian garam impor ke seluruh wilayah Indonesia, harga jual garam akan terseret ke bawah. "Iya, harapannya begitu. Kan sudah dibantu impor. Jadi kalau semua kota sudah terdistribusi rata (garam impor), bisa menekan harga," tutur Yunita. [lpt]

Editor: Newsmedia
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Impor Naik 10 Kali Lipat, Kenapa Garam Masih Mahal?

BERITA TERKAIT

Top