Rabu, 01 April 2020 |
News Room

IJTI Imbau Jurnalis Utamakan Keselamatan Diri saat Mengawal Penanganan Covid-19

Jumat, 20 Mar 2020 | 14:53 WIB Dibaca: 184 Pengunjung

Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Penyebaran virus corona (Covid-19) di Tanah Air terus meluas. Hingga saat ini berdasarkan data per Kamis, 19 Maret 2020, pukul 12.00 WIB tercatat jumlah pasien positif terinfeksi Covid-19 sebanyak 309 kasus. Dari kasus tersebut 25 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Kian bertambahnya jumlah kasus yang terinfeksi Covid-19 perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak. Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus bahu-membahu bekerjasama menanggulangi penyebaran Covid-19 yang tengah menjadi pandemi global.

Agar penanggulangan penyebaran Covid-19 bisa berjalan maksimal dan masyarakat bisa mendapatkan informasi seluas-luasnya, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyampaikan beberapa poin pandangannya.

Pertama, dalam memberitakan kasus terinfeksi Covid-19 yang pasiennya memiliki interaksi tinggi atau tokoh publik yang sering berinteraksi dengan masyarakat dimungkinkan untuk membuka identitas pasien/korban. Kebijakan membuka identitas pasien atau korban diserahkan sepenuhnya pada pertimbangan ketat berdasarkan kebijakan dan penilaian moral masing-masing news room.

"Tujuannya agar orang yang pernah berinteraksi dengan pasien atau korban bisa melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan terinveksinya virus korona," ujar Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Yadi Hendriana.

Menurutnya, kepentingan masyarakat harus menjadi perhatian utama. Sebab ini menyangkut penyakit sangat menular dan bagi kalangan tertentu, tergolong cukup mematikan. "Kami mendorong pemerintah agar membuka tracing atau jejak aktivitas pasien saat sebelum dinyatakan positif Covid-19," sambung dia.

Pemberitaan Covid-19 lanjutnya, harus sepenuhnya mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, tidak mendramatisir, sensasional serta menjustifikasi pasien atau korban, sehingga tidak menimbulkan stigmatisasi serta diskriminasi.

Kemudian, pemberitaan Covid-19 juga harus dibuat selengkap dan seutuh mungkin sehingga masyarakat paham serta mampu mengambil keputusan yang tepat dalam mencegah penyebaran virus.

"Mendesak pemerintah melakukan penanganan yang serius serta memastikan seluruh pasien Covid-19 mendapat pelayanan kesehatan yang maksimal," imbuhnya.

Dia menambahkan, pemerintah sejatinya menjamin keluarga yang terinfeksi virus asal Wuhan, China itu terlayani dengan baik dan tidak terasingkan di lingkungan sekitar.

"Meminta para jurnalis terus mengawal penanganan penyebaran Covid-19 melalui pemberitaan yang dibuat secara profesional dengan tetap mengutamakan keselamatan diri (safety first)," tuntasnya. [okz]

Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

IJTI Imbau Jurnalis Utamakan Keselamatan Diri saat Mengawal Penanganan Covid-19
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top