Senin, 17 Desember 2018 |
News Room - Pariwisata

Hutan Adat di Lebak yang Kini Menjadi Tempat Wisata

Senin, 03 Des 2018 | 18:04 WIB Dibaca: 188 Pengunjung

Hutan Adat Kasepuhan Karang di Desa Jagaraksa, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Minggu (2/12/2018).*

LEBAK, [NEWSmedia] - Leuweung Adat atau Hutan Adat Kasepuhan Karang yang berada di Desa Jagaraksa Kecamatan Muncang, kini menjadi salah satu tempat wisata alam yang terbilang baru di Kabupaten Lebak.

Hutan yang ditetapkan sebagai Hutan Adat Kasepuhan Karang oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2016 itu, memiliki luas sekitar 462 hektare.

Setelah ditetapkan sebagai Hutan Adat, selanjutnya giliran Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya yang secara resmi membuka tempat tersebut menjadi tempat wisata dengan julukan 'Pesona Hutan Maranti' melalui Festival Hutan Adat pada tahun 2017.

Pesona destinasi Hutan Maranti tidak hanya sekadar wisata alam, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang sampai saat ini masih dipegang teguh oleh masyarakat penganutnya.

Jaro Wahid (Kepala Desa Jagaraksa) yang ditemui NEWSmedia saat membuka Jambore Pecinta Alam Kabupaten Lebak 2018 mengatakan, hutan tersebut berbeda dengan hutan-hutan lain yang ada di Banten.

"Hutan di sini beda dengan yang lain, di sini masih kepunyaan adat, jadi ada ketentuan-ketentuan yang perlu dipatuhi oleh para pengunjung," kata Jaro Wahid di hadapan peserta Jambore Pecinta Alam Kabupaten Lebak, Sabtu (1/12/2018).

Objek wisata alam yang merupakan area hutan adat Kasepuhan Karang ini memiliki spot yang tepat bagi traveler yang suka swafoto atau selfi.

Terlebih lagi bagi Anda yang suka suasana asri dan alami, lokasi ini juga bisa dijadikan tempat untuk berkemah atau camping.

Bagi pengunjung yang berjiwa petualang, cukup berjalan kurang lebih selama satu jam untuk bisa menemukan Curug Karimuay yang berada di lingkungan hutan tersebut.

Namun, sebagai pengunjung yang baik, sudah seharusnya untuk bisa mematuhi peraturan-peraturan adat yang telah disepakati bersama secara turun-temurun.

"Kalau malam-malam, jangan pukul tanah dan kalau ke curug (air terjun-red) jangan manggil-manggil orang atau teriak-teriak, kalau ada perlu samperin aja orangnya," pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Hutan Adat di Lebak yang Kini Menjadi Tempat Wisata
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top