Jumat, 26 April 2019 |
News Room - Peristiwa

HMI Tuntut Gubernur Banten Wahidin Halim Mundur

Jumat, 05 Apr 2019 | 16:28 WIB Dibaca: 3012 Pengunjung

Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badko Jabodetabeka-Banten melakukan aksi demonstrasi di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Banten, Jumat (5/4/2019). Mereka menuntut Gubernur Banten Wahidin Halim untuk mundur.*

SERANG, [NEWSmedia] - Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badko Jabodetabeka-Banten melakukan aksi demonstrasi di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Banten, Jumat (5/4/2019). Mereka menuntut Gubernur Banten Wahidin Halim untuk mundur.

Dalam aksi tersebut mahasiswa menyoal netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Provinsi Banten yang diduga telah terlibat untuk menyukseskan Fadhlin Akbar, anak Gubernur Banten Wahidin Halim, yang mencalonkan DPD-RI di Pemilu 2019.

Selain itu, mahasiswa juga mengungkapkan adanya dugaan tindakan pidana korupsi di beberapa OPD di lingkungan Pemprov Banten di era kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim.

"Dengan mencuatnya grup WhatsApp pemenangan Fadlin untuk DPD RI yang merupakan putra Gubernur Banten, Wahidin Halim dan dipanggilnya dua pejabat Banten untuk diperiksa Bawaslu Banten semakin memperkuat dugaan keterlibatan ASN secara aktif dalam hiruk pikuk politik, untuk kepentingan pemenangan salah satu calon anggota DPD RI (Fadhlin Akbar-red),” kata Koordinator Aksi, Aliga Abdillah saat berorasi.

Adapun untuk persoalan korupsi, Aliga mengungkapkan terjadi pada tahun 2017 dan tahun 2018 di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintahan Provinsi Banten. Dugaan korupsi itu di antaranya proyek pengadaan komputer di Dinas Pendidikan, proyek pembebasan 9 titik lahan untuk membangun unit sekolah baru SMKN dan SMAN serta proyek pembangunan jalan dan jembatan di Dinas PUPR dan PERKIM yang proses lelangnya bermasalah.

“Tingginya kerugian negara yang ditaksir dari dugaan tindak korupsi yang melibatkan para aparatur sipil negara menjadi bukti bahwa secara kualitatif kapasitas ASN belum meningkat,” jelasnya.

Menurut Aliga, beberapa permasalahan tersebut harus menjadi tanggungjawab Gubernur Banten, Wahidin Halim, yang dinilai tidak cakap dalam memimpin Pemerintahan Provinsi Banten.

Jika Wahidin Halim tidak mengundurkan diri, mahasiswa akan mendesak Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo untuk mencopot Wahidin Halim dari jabatannya sebagai Gubernur Banten.

"Copot Wahidin Halim sebagai Gubernur Banten karena tidak cakap memimpin pemerintahan, dan juga tidak netral dalam kontestasi pesta demokrasi," tuturnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

HMI Tuntut Gubernur Banten Wahidin Halim Mundur
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top