Selasa, 04 Agustus 2020 |
News Room - Pendidikan - Pemerintahan

Hari Pertama Sekolah, Ruangan SD di Serang ini Tidak Layak Dipakai KBM

Senin, 17 Jul 2017 | 15:57 WIB Dibaca: 808 Pengunjung

Ruangan kelas di SDN Bugel yang tidak layak KBM, Serang, Senin (17/7/2017)

SERANG, [NEWSmedia] - Hari pertama masuk sekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bugel di Serang, Banten, ini sungguh memprihatinkan. Kondisi bangunan dan 3 ruang kelas nampak rusak dan tidak layak untuk dipakai kegiatan belajar mengajar..

Sekolah yang berlokasi di Desa Pasir Limus, Kecamatan Pamarayan, Serang, Banten, tersebut, terdapat sekitar 3 kelas yang mengalami rusak parah, yaitu ruangan kelas 1, 2 dan 3. Selain dinding sekolah yang retak, lantai semen sudah terkelupas, serta atap langit-langit bolong.

Ruangan kelas 1 saat ini sudah tidak dipakai. Namun, ruang kelas 2 dan 3 terpaksa dipergunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena sekolah kekurangan ruangan kelas. Para siswa terpaksa harus belajar dengan kondisi ruangan yang berdebu karena lantai sudah bercampur tanah.

Menurut Kepala SDN Bugel, Muhammad Rais menyebutkan bahwa ketiga ruangan tersebut sudah mengalami kerusakan sejak 2010, dan kondisinya semakin parah pada tahun 2014. Dia mengaku sudah melaporkan hal itu ke Dinas Pendidikan Kabupaten Serang.

"Pengajuan dari tahun 2014 ke dinas terkait, Dinas Pendidikan," kata Rais, Senin (17/7/2017).

Rais menyebut pemberlakukan 1 ruang digunakan bergantian karena ruang kelas 1 semakin parah. Sistemnya, begitu pukul 10.00 WIB, kelas itu digunakan untuk kelas 2.

"Mau di mana lagi, kelas 1 akhirnya dialihkan sejak tahun kemarin.," kata Rais.

Seingat Rais, sekolah itu mendapat bantuan perbaikan pertama kali pada tahun 2005. Dia berharap kini bantuan segera datang, apalagi kondisinya yang berdebu bisa saja membuat siswa mengalami sakit pernafasan.

Dengan kondisi sekolah seperti itu, Rais tetap berbangga lantaran kerap mendapatkan prestasi. Dia mengatakan selama 4 tahun berturut-turut sekolah itu menjadi juara umum Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLSSN) tingkat kecamatan.

"Meskipun sekolah rusak, selalu juara umum FLSSN," ujar Rais.

Sementara, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Sarjudin AD, beberapa waktu yang lalu menyebutkan, 1.406 ruang kelas di Kabupaten Serang pada 2016, mengalami kondisi yang sangat memprihatinkan. Dari kebutuhan Rp109 Milyar untuk perbaikan ruang kelas yang rusak, Pemkab Serang hanya mengalokasikan Rp14 Milyar pada APBD 2016.

Pada 2017 ini, Pemerintah Kabupaten Serang telah menyiapkan alokasi dana sebesar Rp40 Milyar dari APBD untuk rehabilitasi 114 ruang sekolah yang rusak.

"Target 114 ruang kelas dari rencana APBD murni, itu belum termasuk dana alokasi khusus (DAK), kalau DAK kita masih menunggu Permendikbudnya nanti kita alokasikan, yang dari APBD total 40 Milyar kurang lebih," kata Sarjudin.

Ia mengatakan, banyaknya ruang kelas yang rusak di Kabupaten Serang, hal tersebut terjadi karena tata kelola yang dilakukan kurang baik, meski demikian, pihaknya berkomitmen untuk memperbaiki ruang-ruang kelas yang rusak tersebut. [Red/dtc]

Penulis: Red/dtc
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Hari Pertama Sekolah, Ruangan SD di Serang ini Tidak Layak Dipakai KBM

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top