Kamis, 19 Oktober 2017 |
News Room - News Gallery

Hari Perempuan Internasional, Mahasiswa Banten Usung Isu Kesetaraan Gender

Sabtu, 11 Mar 2017 | 16:20 WIB Dibaca: 468 Pengunjung

Aksi Korps HMI Wati (Kohati).*

SERANG [NEWSmedia] - Memperingati Hari Perempuan Internasional, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Korps HMI Wati (Kohati), melakukan aksi unjuk rasa menuntut Pemerintah agar menindak tegas oknum pelaku kekerasan pada anak dibawah umur dan kaum perempuan, di depan Halte Kampus Univeraitas Negri Islam (UIN) Banten, Ciceri Kota Serang. 

Selain meminta pemerintah menindak tegas oknum pelaku kekerasan, Kohati juga meminta agar pemerintah dapat menghentikan kemiskinan pada kaum perempuan, menghentikan eksploitasi seksualitas, dan menghentikan perbedaan gender.

"Kita ingin Pemerintah tegas dalam menindak oknum kekerasan anak dibawah umur terutama perempuan," kata Koordinator Aksi, Sari Ratna Dewi di depan Halte Kampus Univeraitas Negri Islam (UIN) Banten, Ciceri Kota Serang. Jumat, (10/3/2017).

Dalam orasinya, Dewi menyebutkan bahwa pemerintah saat ini belum sepenuhnya dapat mengakui kesetaraan gender, perempuan Indonesia berhak untuk dapat menyalurkan aspirasinya tanpa dibatasi oleh apapun.

"Kita ingin, perempuan Indonesia tidak dibedakan oleh latar belakangnya. Kita juga berhak mengaspirasikan pendapat tanpa dibatasi oleh apapun," ujarnya.

Ia berharap, agar pemerintah dapat mendengar aspirasi perempuan. Menurutnya, berkat perempuanlah Indonesia maju dan jaya.

"Semoga pemerintah mendengarkan aspirasi kita dan aspirasi perempuan diseluruh Indonesia," tutupnya. [Ifal]

Penulis: Syahrifal Fahlevi
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Hari Perempuan Internasional, Mahasiswa Banten Usung Isu Kesetaraan Gender
Top