Minggu, 20 Oktober 2019 |
News Room - Ekonomi

Hari Batik, Industri Diarahkan Eksplorasi Zat Warna Alami

Rabu, 02 Okt 2019 | 12:33 WIB Dibaca: 144 Pengunjung

Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Batik Indonesia kian populer. Tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri. Buktinya, ekspor batik sudah merambah Eropa hingga Amerika Serikat (AS).

Kini, industri batik didorong menjadi sektor yang ramah terhadap lingkungan. Salah satunya, industri batik mulai memperkenalkan bahan baku baru seperti dari serat rayon atau memanfaatkan biji kapas.

Dengan material baru ini, diharapkan bisa menghasilkan produk batik yang lebih menarik dan kompetitif.

"Selain itu, penggunaan zat warna alam pada produk batik juga merupakan solusi dalam mengurangi dampak pencemaran dan bahkan menjadikan batik sebagai eco-product yang bernilai ekonomi tinggi,” papar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dikutip dari laman Kemenperin, Rabu (2/10/2019). 

Pengembangan zat warna alam dinilai turut mengurangi importasi zat warna sintetik. Di tengah persaingan global yang semakin kompetitif dan dinamis, preferensi konsumen terhadap produk ramah lingkungan terus meningkat. Batik warna alam hadir menjawab tantangan tersebut dan diyakini dapat meningkatkan peluang pasar.

“Untuk itu, saya mengimbau kepada seluruh perajin dan pelaku usaha batik yang hadir di sini untuk terus mengeksplorasi potensi zat warna alam yang kita miliki, sehingga dapat memperkaya ragam batik warna alam Indonesia, termasuk motifnya. Selain itu juga adanya kolaborasi desain, yang seperti memadukan dengan tenun,” kata dia dalam acara Gelar Batik Nusantara 2019 beberapa waktu lalu. [okz]

Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Hari Batik, Industri Diarahkan Eksplorasi Zat Warna Alami

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top