Senin, 20 Agustus 2018 |
News Room - Ekonomi

Harga Bawang Kembali Turun ke Level Terendah

Kamis, 25 Jan 2018 | 07:02 WIB Dibaca: 203 Pengunjung

Seorang ibu membersihkan bawang.*

JAKARTA, [NEWSmedia] - Harga bawang merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali anjlok. Kali ini harga komoditas asli Brebes tersebut turun ke level terendah yakni Rp 2.000 per kg.

Di pasar pasar tradisional, harga bawang kualitas super Rp 6.000. Bawang kualitas medium dijual Rp 4.000 sampai Rp 5.000 per kg. Bahkan ada bawang merah yang harganya menyentuh level terendah, yakni Rp 2.000. Bawang ini merupakan bawang ukuran kecil.

Sejumlah pedagang di Pasar Induk Brebes Kota mengaku, sebelumnya harga kualitas super sempat berada pada Rp 8.000 per kg. Bawang standar Rp 6.000 dan ukuran kecil Rp 4.000. Namun sejak beberapa pekan lalu, harga ini malah terus mengalami penurunan hingga level terendah.

"Yang kecil ini paling mahal Rp 3.000, bahkan ada yang Rp 1.500 - 2.500, tapi rata-rata Rp 2.000. Yang besar Rp 5.000 paling mentok Rp 6.000. Selama ini tidak pernah ada kenaikan sama sekali," ujar Hj Hasanah, pedagang eceran bawang saat ditemui Rabu (24/1/2018) pagi.

Sementara, Alifah, pedagang bawang lainnya mengatakan, di pasar pasar Brebes , harga umum Rp 5000 sudah termasuk paling tinggi untuk yang besar. Untuk ukuran di bawahnya maka harga bawang makin murah.

"Kemarin sempat naik selama 2-3 hari. Harga mencapai Rp 7.000-7.500, tapi turun lagi. Tidak pernah naik lebih dari Rp 10.000," kata Alifah.

Dengan fluktuasi harga ini, pedagang mengaku susah dalam mendapat keuntungan. Karena dari pihak petani selalu minta harga yang tinggi sementara harga di pasaran selalu turun.

"Setiap beli bawang dari petani, pedagang seperti saya khawatir. Hari ini beli seharga pasaran besok bisa jadi malah turun lagi harganya. Itu kan sama saja rugi," tukasnya.

Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Juwari, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Terjadinya penurunan harga hingga titik rendah disebabkan tidak adanya upaya pemerintah dalam menstabilkan harga. Menurut Juwari, sejauh ini, pemerintah belum serius menangani masalah harga bawang.

"Kebijakan membeli bawang merah oleh Bulog saat harga jatuh, sampai saat ini belum dijalankan sama sekali. Padahal, harga terus mengalami penurunan," tutur Juwari.

Upaya pemerintah daerah dalam aksi borong beberapa waktu lalu, menurutnya juga sama sekali tidak mempengaruhi harga bawang. Setelah aksi borong, harga tetap masih rendah, tidak ada perubahan.

"Petani hanya meminta keseriusan dari Pemerintah dalam menangani permasalahan harga bawang," imbuhnya. [dtf]

Editor: Newsmedia
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Harga Bawang Kembali Turun ke Level Terendah

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top