Sabtu, 31 Oktober 2020 |
Olahraga - News Gallery

Harapan Besar Kemajuan Olahraga Daerah

Sabtu, 29 Okt 2016 | 23:03 WIB Dibaca: 1234 Pengunjung

Lounching Program Satu Lapangan Satu Desa.*

[NEWSmedia] - Penyediaan lapangan olahraga yang memadai menjadi salah satu aspek untuk membina olahragawan untuk merealisasikan prestasi tingkat dunia. Dengan demikian, harapan pemasalan, pembibitan, dan pembinaan olahraga dapat terwujud untuk memajukan prestasi olahraga tanah air.

Desa-desa merupakan tempat munculnya sumber daya olahraga potensial. Karena itu, tercetuslah oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi untuk menjalankan program Satu Lapangan Satu Desa.

Program Satu Lapangan Satu Desa merupakan salah satu program unggulan Kemenpora. Iman Nahrawi mengatakan, dengan program tersebut diyakini dapat menciptakan sumber daya manusia yang baik dalam bidang olahraga. Apalagi, banyak diketahui, sarana dan prasarana olahraga di desa sangat minim. Padahal dari sana diharapkan bibit-bibit atlet potensial lahir melalui pembinaan sejak dini.

’’Selain mencari bibit unggul, kami juga ingin memperkenalkan olahraga kepada masyarakat. Sehingga masyarakat terbiasa sekaligus membudayakan olahraga dalam keseharian. Dimulai dari desa, lahirlah atlet Indonesia yang hebat dan mampu membawa nama bangsa kita ke kancah dunia,’’ ujar Imam Nahrawi.

Program tersebut tentu sejalan dengan Nawa Cita Presiden Joko Widodo. Yaitu, membangun dari pinggiran, desa, dan daerah terpencil. Tujuan program tersebut juga tak lepas dari harapan pemerintah untuk meningkatkan peran serta dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di bidang olahraga. Dengan adanya sarana dan prasarana olahraga yang layak, masyarakat desa dapat mengembangkan minat, bakat, dan potensi di bidang olahraga mereka.

Pembangunan atau rehabilitasi lapangan olahraga di desa akan dibantu melalui dana pemerintah yang kemudian dijalankan masing-masing kepala desa. Program tersebut berjalan sejak 2015. Pada saat itu, sebanyak 470 desa mendapat bantuan pembangunan lapangan olahraga.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Gatot S. Dewa Broto menuturkan, sebanyak 1.000 desa menjadi target Kemenpora untuk merealisasikan program tersebut. Itu artinya, akan ada 1.000 lapangan olahraga yang layak bagi aktivitas olahraga masyarakat desa. Fokus pembangunannya di desa-desa yang cukup tertinggal.

Gatot mengatakan, program tersebut tercetus sebelum Imam Nahrawi diangkat menjadi Menpora. Hal itu menunjukkan komitmen Menpora untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Bahkan, Imam Nahrawi memantau langsung perkembangan program tersebut.

Kemenpora juga menetapkan kriteria bagi desa yang menerima bantuan. Salah satunya, nama nomenklaturnya harus desa. Bukanlah kelurahan. Desa yang ingin mendapatkan bantuan program pembangunan lapangan olahraga pun harus membuat proposal. Animo daerah amat besar. Bahkan, menurut Gatot, proposal sudah mencapai 3.000. Kemenpora terus menyeleksi secara ketat, desa-desa yang layak untuk menerima bantuan tersebut.

’’Harapannya tahun ini selesai. Semoga bisa 80 persen tercapai itu sudah bagus. Sejauh ini verifikasi masih berlangsung dan semoga Desember ini bisa terealisasi,’’ ungkapnya.

Dia menjelaskan, ada lima jenis pilihan lapangan yang bisa diajukan tiap daerah untuk dibangun atau direhabilitasi. Lapangan tersebut antara lain, lapangan bola voli, bulu tangkis, panjat dinding, futsal, dan sepak bola. Tiap desa bisa memilih untuk mengajukan pembangunan atau rehabilitasi. Jumlah bantuan yang diberikan pun berbeda-beda sesuai jenis lapangan yang dipilih.

’’Dengan demikian, diharapkan agar olahraga betul-betul membumi sampai desa. Dan desa merasakan geliat olahraga itu sendiri. Jangan hanya itu menjadi konsumsi orang-orang di kota,’’ ujar Gatot. [04]

Penulis: Okz
Editor: Newsmedia
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Harapan Besar Kemajuan Olahraga Daerah
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top