Senin, 10 Mei 2021 |
News Room

Halal Bihalal 'Urang Banten', Mengembalikan Marwah Kekompakan Masyarakat

Sabtu, 21 Jul 2018 | 15:07 WIB Dibaca: 656 Pengunjung

Halal Bihalal Utang Banten di Le Dian Hotel Kota Serang, Sabtu (21/7/2018).*

SERANG, [NEWSmedia] - Sejumlah masyarakat Banten mengadakan Halal Bihalal di Le Dian Hotel Kota Serang, Sabtu (21/7/2018).

Jaro Warga Urang Banten, Taufiqurrahman Ruki mengatakan, acara tersebut terobsesi dari suasana pembentukan provinsi Banten pada tahun 1999, saat itu, menurutnya, seluruh elemen masyarakat Banten dari semua golongan bersatu dalam sebuah tekad yaitu pendirian Banten.

"Saya ingin mengembalikan suasana seperti itu, masyarakat Banten yang kompak untuk memperkuat program-program pemerintah untuk mensejahterakan rakyatnya," kata Taufiq kepada awak media.

Sejak berdirinya Provinsi Banten hingga saat ini, dirinya mengakui banyak perubahan, namun perubahan tersebut masih jauh dari harapan masyarakat.

"Harus kita akui banyak perubahan tapi masih jauh dari harapan, antara lain terdapat masih masyarakat miskin, sekolah ambruk, jalan rusak, tadi sudah kami sampaikan ke Pak Gubernur Banten," terangnya.

Selain itu, ia juga berharap setelah Banten menjadi provinsi, masyarakat bisa merubah pola pikirnya, sebab menurutnya, saat ini sedang menghadapi dunia yang serba transparan dan arus informasi yang tanpa batas.

"Kalau kita tidam mampu mengubah pikiran kita, kita akan menjadi orang yang termarjinalkan tapi jangan meninggalkan jati diri sebagai orang Banten," jelasnya.

Sementara itu, Ketua MUI Pusat, Ma'ruf Amin yang juga sebagai tokoh agama Banten dalam sambutannya mengulas sejarah para ulama asal Banten yang namanya sudah terkenal di seluruh dunia, salah satunya adalah Syekh Nawawi Al-Bantani.

"Banten ini potensinya kuat, terdengar di seluruh dunia tokoh ulama kita, Syekh Nawawi Al-Bantani, pada zaman penjajahan, para ulama kita terus melawan Belanda, tidak pernah berakhir sampai Indonesia merdeka," kata Ma'ruf.

Meski demikian, lanjutnya, salah satu penyakit yang saat ini dialami oleh masyarakat Banten adalah kurang bersatu, sehingga keberadaan provinsi yang berdiri sejak tahun 2000 itu belum dirasakan oleh masyarakatnya.

"Penyakit Banten itu kurang bersatu, padahal kalau sudah bersatu, Banten akan maju," pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Halal Bihalal 'Urang Banten', Mengembalikan Marwah Kekompakan Masyarakat
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top