Selasa, 20 Oktober 2020 |
Kesehatan - News Gallery

Hal yang Terjadi Pada Tubuh Jika Berhenti Konsumsi Gula

Rabu, 11 Jan 2017 | 06:33 WIB Dibaca: 1201 Pengunjung

Foto Ilustrasi

[NEWSmedia] - Rata-rata orang mengonsumsi 300 kalori gula tambahan setiap hari, menurut laporan terbaru dari University of North Carolina.

"Kita mengonsumsi gula ekstra bukan cuma dari makanan atau minuman yang jelas, seperti kue, permen, dan soda, melainkan juga dari makanan yang tampaknya sehat, seperti sallad dressing, saus pasta, dan yoghurt," kata Elyse Powell, salah satu penulis penelitian dan peneliti doktoral di University of North Carolina (UNC).

Supaya jelas, yang dimaksud dengan gula tambahan adalah gula hasil pemrosesan, dan bukan gula alami seperti yang terkandung dalam buah atau sayur. Gula tambahan ini adalah gula yang biasa kita tambahkan saat membuat kue dan lain sebagainya.

American Heart Association menyarankan agar wanita membatasi konsumsi gula sebanyak enam sendok teh atau kurang per hari. Itu kira-kira sebanyak 25 gram atau senilai 100 kalori.

Orang yang kecanduan gula biasanya akan menunjukkan gejala-gejala, seperti cemas, gelisah, dan bahkan depresi. Jika Anda bisa stop atau mengurangi konsumsi gula tambahan, inilah keuntungan yang akan Anda raih:

Hati Anda akan lebih sehat

Ini karena risiko kematian dari masalah yang berhubungan dengan kelebihan gula dan kalori akan menurun tiga kali lipat, menurut penelitian dari James J DiNicolantonio, PharmD, seorang ilmuwan peneliti kardiovaskular di St Luke Mid-Atlantic Heart Institute di Kansas City, MO.

"Kelebihan gula kronis dapat meningkatkan kadar insulin, yang mengaktifkan sistem saraf simpatik, meningkatkan tekanan darah dan detak jantung," ujar DiNicolantonio.

Anda tidak perlu lagi obat jerawat

Peradangan sistemis adalah pemicu timbulnya jerawat, dan gula adalah salah satu penyebab peradangan.

Satu studi di American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa ketika bukan peminum soda mengonsumsi satu kaleng minuman soda ukuran 12 ons sehari selama 3 minggu, tingkat peradangan mereka meningkat sebesar 87 persen.

Terhindar dari diabetes.

Kelebihan gula dapat menyebabkan penumpukan deposit lemak di sekitar hati Anda. Deposit ini berkontribusi terhadap resistensi insulin dan merusak kerja pankreas yang bertugas memproduksi insulin, menurut Robert Lustig, MD, penulis Fat Chance: Beating the Odds Against Sugar, Processed Food, Obesity, and Disease.

Dalam sebuah studi yang mengevaluasi konsumsi gula di 175 negara, Lustig menemukan bahwa makan 150 kalori gula tambahan membuat orang 11 kali lebih mungkin mengembangkan diabetes tipe-2, dibandingkan dengan mengonsumsi 150 kalori dari protein atau lemak.

Suasana hati membaik

Sebuah penelitian dari Columbia University menunjukkan bahwa wanita yang memiliki pola makan tinggi gula dan biji-bijian olahan lebih mungkin untuk mengalami kecemasan, mudah tersinggung, dan mengalami ketidakstabilan suasana hati.

Kebiasaan bergadang akan berakhir

Konsumsi gula tinggi dapat menyebabkan kelesuan di tengah hari dan meningkatkan kebutuhan untuk tidur siang. Gula tambahan, kata Lustig, juga memicu pelepasan hormon kortisol yang mengganggu tidur.

Mengurangi konsumsi gula tambahan akan membuat Anda lebih terjaga dan waspada pada siang hari dan lebih mudah terlelap ketika sudah tiba waktu tidur.

Anda akan mengingat nama suami bos Anda

Sering melupakan sesuatu? Bisa jadi gula adalah penyebabnya. Satu studi di UCLA menyimpulkan, diet tinggi gula tambahan dapat meningkatkan kemampuan belajar dan mengingat. Seiring waktu, terlalu banyak makan gula dapat merusak komunikasi di antara sel-sel otak Anda.

Anda lebih mudah menurunkan berat badan

Mengurangi konsumsi gula sebanyak 200 kalori per hari dapat membantu Anda menurunkan berat badan hingga 4,5 kg dalam waktu lima sampai enam bulan. [kps]

Editor: Newsmedia
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Hal yang Terjadi Pada Tubuh Jika Berhenti Konsumsi Gula
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top