Sabtu, 06 Juni 2020 |
News Room - Pendidikan

Gubernur Banten Ingatkan Dinas Pendidikan Jangan Main-main Soal PPDB

Rabu, 07 Jun 2017 | 09:48 WIB Dibaca: 1553 Pengunjung

Gubernur Banten Wahidin Halim di salah satu ruangan kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Selasa (6/6/2017) malam. (Foto: Istimewa/Deding)

SERANG, [NEWSmedia] - Gubernur Banten Wahidin Halim melakukan inspeksi mendadak ke kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) karena mendapat laporan dari masyarakat soal sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online tingkat SMA/SMK Negeri se-Banten bermasalah.

Kedatangan Gubernur ke kantor Dindikbud Banten sekitar pukul 23.00 WIB, Selasa (6/6/2017) tadi malam membuat kaget beberapa operator PPDB 2017 yang sedang berada di ruangan.

Wahidin banyak bertanya perihal proses penerimaan siswa baru SMA/SMK Negeri yang pendaftarannya dibuka mulai 6 sampai 10 Juni 2017. Gubernur mempertanyakan permasalahan sistem PPDB online Dindikbud Banten yang sempat down alias error sehingga dikeluhkan masyarakat yang ingin anaknya masuk di SMK/SMA Negeri pada tahun ajaran baru 2017 ini.

“Tadi katanya servernya bermasalah ya, kenapa bisa seperti itu?” kata Gubernur yang akrab dipanggil WH ini.

“Iya Pak, sempat bermasalah dari jam 9 sampai jam 12 siang, tapi kita sudah koordinasi dengan Kominfo untuk backup, dan sekarang sudah bisa digunakan Pak” kata salah seorang pegawai.

Wahidin mengingatkan para pegawai Dindikbud, khususnya yang mengurus pendaftaraan masuk sekolah negeri, agar bekerja serius, karena proses PPDB tengah menjadi perhatian banyak pihak, karena terkait kebutuhan pendidikan masyarakat.

"Jangan main-main, itu menyangkut banyak orang," kata WH mengingatkan.

Soal permasalahn sistem yang sempat down, menurut pegawai tersebut, Dindikbud telah meminta Dinas Kominfo untuk melakukan backup dan mengantisipasi dengan mengalihkan pendaftaran secara manual di sekolah masing-masing.

Selanjutnya, sekolah akan menginput ke data induk di server online PPDB Dindikbud Banten.

"Itu kan tadi sempat dialihkan ke manual dan ditangani pihak sekolah. Terus dari sekolah sudah di input belum? Ada yang standby di setiap sekolahnya?” tanya WH.

Lantas, WH pun meminta pegawai tersebut untuk menelepon beberapa kepala sekolah secara acak. “Coba telepon kepala sekolah, saya mau cek langsung," kata WH.

Kemudian, dua Kepala SMK-N 7 Tangerang dan SMAN 3 Tangerang pun ditelepon. WH berbicara langsung menanyakan soal input data PPDB Dindikbud Banten dan meminta agar sekolah bekerja dengan benar. Wahidin kembali menegaskan proses PPDB untuk kemaslahatan masyarakat.

Baca juga: Gubernur Banten Sidak Malam ke Dinas Pendidikan, Pegawai Dicecar Soal PPDB Online

WH juga sempat menanyakan kenapa hanya ada dua pegawai yang standby melakukan kontrol proses PPDB.

Pegawai tersebut menjelaskan bahwa sebenarnya banyak pegawai yang standby tapi tidak di kantor. Menurutnya, Dindikbud punya satu rumah yang dikosongkan untuk dijadikan 'center' pengawasan PPDB Online tahun 2017.

“Kenapa berada di rumah, kenapa tidak di kantor mengkontrolnya,” kata WH sambil terheran heran.

Pegawai itupun tak bisa menjelaskan, karena ia mengaku hanya bagian keuangan yang ditugaskan untuk melakukan kontrol terhadap pelaksanaan PPDB 2017. Ia tidak memahami kebijakan dialihkannya pusat kontrol PPDB Dindikbud Banten secara online dari kantor ke rumah.

Setelah mendapat keterangan, mantan Wali Kota Tangerang dua periode itupun meninggalkan lokasi sekitar pukul 01.30 WIB dinihari. [yud/ard]

Editor: Arif Darma
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Gubernur Banten Ingatkan Dinas Pendidikan Jangan Main-main Soal PPDB
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top