Rabu, 23 Agustus 2017 |
News Room

GP Ansor Banten Tolak Habib Rizieq Digelari Imam Besar Umat Muslim Indonesia

Senin, 09 Jan 2017 | 20:05 WIB Dibaca: 1611 Pengunjung

Pengurus GP Ansor Banten menggelar jumpa pers di Sekretariat GP Ansor Banten di kawasan Ciceri Permai Kota Serang, Senin (9/1/2017).*

SERANG, [NEWSmedia] - Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Banten menyatakan sikap terkait beredarnya surat dukungan kepada Habib Rizieq Sihab yang akan dijadikan Imam Besar Umat Muslim Indonesia.

Ketua GP Ansor Banten, Ahmad Nuri mengatakan, surat dukungan yang tersebar di media sosial dan masyarakat, seolah-olah menjadi keharusan  bagi Umat Islam untuk mendukung Habib Rizieq sebagai Imam besar Umat Islam.

“Dalam perkembangan sejarah Islam, di Indonesia tidak mengenal terminologi imam besar umat Islam,” kata Nuri saat menggelar jumpa pers di Sekretariat GP Ansor Banten di kawasan Ciceri Permai Kota Serang, Senin (9/1/2017).

Nuri meminta kepada Umat Islam di Banten khususnya, dan di Indonesia umumnya untuk tetap menguatkan Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Insaniyah dan Ukhuwah Wathoniyah dan tetap menjaga komitmen sebagai umat yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam Rahmatan Lil'alamin.

“Kami meminta kepada umat Islam untuk tidak menanggapi surat dukungan tersebut. Dan kepada MUI untuk menelusuri dan melakukan Tabayun terhadap Habib Rizieq sebagai Imam Besar Umat Islam yang telah meresahkan Umat Islam,” tuturnya.

Nuri juga mengatakan, GP Ansor Provinsi Banten mendukung pemerintah dan aparat penegak hukim untuk melakukan langkah-langkah strategis demi terciptanya kedamaian dan kondusivitas masyarakat di Provinsi Banten terkait dengan surat dukungan tersebut.

“Kalau hal-hal seperti ini terus berlanjut, artinya ada surat dukungan, pasti ke depan bakal ada juga surat penolakan,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum GP Ansor Banten, Tb Adam Marifat menilai dukungan tersebut sarat muatan politik ideologi. “Muatannya tidak sekedar ke-Indonesiaan tapi juga ada tumpangan-tumpangan dari dunia internasional terhadap ke-Islaman di Indonesia,” katanya.

Adam juga mengatakan, dalam Islam tidak dikenal istilah Imam Besar, baik di dalam Al-Quran maupun aturan dari alim ulama dan rujukan lainnya. “Jadi, motif dukungan Habib Rizieq sebagai Imam Besar ini menurut saya adalah motif politik, karena kalau secara Syari atau secara agama itu sama sekali tidak mempunyai dasar,” ujar Adam.

Berbicara kiblat keumatan di Indonesia, lanjut dia, sejarah mencatat bahwa Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah merupakan organisasi kemasyarakat yang menjaga ke-Islaman dan ke-Indonesiaan.

“Tidak ada dari kedua ormas tersebut yang mengharuskan ada Imam Besar, tidak ada juga dari para nenek moyang Islam di Indonesia yang mengharuskan ada imam besar,” ucapnya.

“Umat Islam hari ini menurut saya jangan terlalu berpolitik, karena tugas kita adalah mengurusi pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, itu yg paling utama,” sambung Adam. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

GP Ansor Banten Tolak Habib Rizieq Digelari Imam Besar Umat Muslim Indonesia
Top