Senin, 17 Desember 2018 |
News Room - Highlight

Golok Ciomas dan Ritualnya di Setiap Maulid Nabi

Selasa, 20 Nov 2018 | 14:33 WIB Dibaca: 1241 Pengunjung

Ratusan Golok Ciomas dijejerkan saat acara ritual di Kp. Cibopong, Desa Citaman, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (20/11/2018).*

SERANG, [NEWSmedia] - Berbeda dengan yang dilakukan masyarakat pada umumnya, para pemilik Golok Ciomas berkumpul melakukan ritual khusus saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (20/11/2018).

Sejak pagi, para pemilik Golok Ciomas dari berbagai daerah se-Indonesia, seperti Depok, Bandung, Jakarta sampai Sumatera, datang ke Kp. Cibopong, Desa Citaman, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Banten.

Mereka untuk mengikuti ritual terhadap Golok Ciomas yang dikenal sebagai senjata tradisional khas Banten. Konon, karena keistimewannya, Golok Ciomas adalah bukan sembarang golok. Sehingga salah satu ritualnya adaah dimandikan dengan kembang tujuh rupa.

Ritual lain yang dilakukan pemilik Golok Ciomas adalah puasa dan pembacaan doa-doa khusus atau tawasulan. Setelah itu, golok itu dioles dengan Palu si Denok, yang menurut sejarah, palu tersebut pemberian dari salah satu Sultan Banten.

"Dulu (Golok Ciomas-red) dibuat oleh seseorang yang disebut Ki Gede, satria lanang jagat atau orang perkasa yang diberi amanat untuk menjaga seorang bayi, yang orang lain tidak sanggup. Dia dibekali dengan palu Si Denok dari Sultan, palu itu yang kita oleskan ke Golok Ciomas, jadi ada kaitan sejarahnya dengan sultan," kata Ketua Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Potensi SDM Daerah (LP3SDMD) Banten, Oman Solihin sebelum mengikuti ritual.

Dalam ritual ini, ratusan Golok Ciomas dioles dengan Palu Si Denok, kemudian masing-masing dimandikan pakai kembang tujuh rupa.

“Sebetulnya kata orang itu bebersih, sebagai simbol saja. Itu berdasarkan kegiatan para leluhur dulu, kita hanya melaksanakan tuntunannya saja," terangnya.

Meski sebagai senjata tradisional khas Banten, pemilik Golok Ciomas berasal dari berbagai daerah luar Provinsi Banten, bahkan ada yang di luar negeri.

"Kalau datang semua, kayaknya di tempat ini tidak cukup,” tuturnya.

Oman mengungkapkan, para pemilik Golok Ciomas mempunyai ikatan emosional yang kuat. Terlebih bagi mereka yang rutin mengikuti ritual. Sebab inti dari kegiatan tersebut adalah silaturahmi antar pemilik Golok Ciomas.

"Intinya silaturahim, dari yang tidak kenal, jadi kenal," ucapnya.

Ke depan, kegiatan ritual Golok Ciomas ini akan dijadikan daya tarik wisata. Para pemilik Golok Ciomas akan mendorong perhatian pemerintah agar budaya ini dilestarikan. “Kalau (kegiatan saat ini) kan swadaya masyarakat saja," kata Oman.

Ketua Umum Seni Golok Indonesia (SGI), Ainur Rofiq Lil Firdaus alias Opik yang hadir pada saat itu merasa bangga. Ia juga senang bisa hadir di kampung yang menjadi pusat pembuatan Golok Ciomas tersebut.

"Menurut saya, ini sangat positif, kita dikenalkan dengan pekerjaan orang tua kita masa lalu. Kalau di Jawa ada keris, Jawa Barat, khususnya di Banten ini ada Golok Ciomas," kata Opik.

Ia pun berharap Golok Ciomas bisa didaftarkan ke UNESCO sebagai bahan warisan dunia dari Indonesia.

"Saya sebagai Ketum SGI berharap kita akan jadikan Golok Ciomas ini bahan yang diajukan ke UNESCO sebagai bahan warisan dunia, ini ikhtiar kita," ujarnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Rapih Herdiansyah
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Golok Ciomas dan Ritualnya di Setiap Maulid Nabi
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top