Senin, 23 September 2019 |
News Room - News Citizen

Generasi Bangsa Harus Tersalamatkan dari Bahaya Narkoba!

Kamis, 05 Sept 2019 | 06:06 WIB Dibaca: 157 Pengunjung

Penulis: Siti Zaenab Fitriani. [Ist]*

[NEWSmedia] - Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Sementara nafza merupakan singkatan dari narkotika, alkohol, dan zat adiktif lainnya (obat-obat terlarang, berbahaya yang mengakibatkan seseorang mempunyai ketergantungan terhadap obat-obat tersebut).

Ketergantungan obat dapat diartikan sebagai keadaan yang mendorong seseorang untuk mengonsumsi obat-obat terlarang secara berulang-ulang atau berkesinambungan. 

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009).

Narkotika digolongkan menjadi tiga golongan sebagaimana tertuang dalam lampiran 1 undang-undang tersebut, seperti tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfin, kokain, ekgonin, tanaman ganja, dan damar ganja.

Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997).

Terdapat empat golongan psikotropika menurut undang-undang tersebut, namun setelah diundangkannya UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, maka psikotropika golongan I dan II dimasukkan ke dalam golongan narkotika.

Dengan demikian saat ini apabila bicara masalah psikotropika hanya menyangkut psikotropika golongan III dan IV sesuai Undang-Undang No. 5/1997.

Sementara zat yang termasuk psikotropika antara lain, Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide) dan sebagainya.

Tanda atau gejala kemungkinan adanya penyalahgunaan narkoba pada seseorang dapat dilihat dalam beberapa hal berikut. Seperti,  kesehatan fisik dan penampilan diri menurun dan suhu badan tidak beraturan, jalan sempoyongan, bicara pelo (cadel), apatis (acuh tak acuh), mengantuk, agresif, nafas sesak,denyut jantung dan nadi lambat, kulit teraba dingin, nafas lambat/berhenti, mata dan hidung berair,menguap terus menerus,diare,rasa sakit diseluruh tubuh,takut air sehingga malas mandi, kejang, kesadaran menurun, penampilan tidak sehat,tidak peduli terhadap kesehatan dan kebersihan, gigi tidak terawat dan kropos, terhadap bekas suntikan pada lengan atau bagian tubuh lain (pada pengguna dengan jarum suntik).

Kepala Seksi Pencegahan BNN Kota Bandung, Leonard, mengatakan bahwa berdasarkan data sepanjang tahun 2018, ada 254 kasus penyalahgunaan narkoba di Kota Bandung.

Sementara sejak awal 2019 terdapat 81 kasus pidana narkotika. Angka ini cukup tinggi untuk menyalahgunaan narkoba di Kota Bandung. Survei dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan 2,3 juta pelajar atau mahasiswa di Indonesia pernah mengonsumsi narkotika.

Angka itu setara dengan 3,2 persen dari populasi kelompok tersebut. Penggunaan narkoba di kalangan pelajar ini juga jadi persoalan di skala global. World Drugs Reports 2018 dari The United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) menemukan 5,6 persen penduduk dunia atau 275 juta orang dalam rentang usia 15 hingga 64 tahun pernah mengonsumsi narkoba minimal sekali.

Narkoba sangat disadari bukan hanya merusak kesehatan tubuh saja, namun secara sifat Akhlakul Karimah terkikis dengan dashyatnya karena pengaruh dari obat-obatan terlarang ini.

Maka oleh karena itu sangat perlu sekali menyelamatkan generasi penerus Bangsa dari narkoba untuk menuntaskan anomali sosial.

Untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa dari narkoba perlu tindakan yang sangat intensif untuk menanamkan nilai-nilai bahayanya narkoba serta internalisasi wawasan yang mengarahkan kepada moralitas.

Dengan adanya tindakan yang demikian dapat merubah arah pandang generasi dalam perjalanan menuju pembangunan bangsa yang sehat dengan arah pandang intellectual conscience. Karena ketika narkoba sudah tercicipi oleh generasi bangsa banyak gejala sosial yang menjadi lepas jalur dari cita-cita bangsa Indonesia ini. Banyak sekali akibat dari narkoba kepada tanah yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur moralitas.

Ujung harapan yang besar dari sadar bahayanya narkoba yaitu masyarakat khususnya generasi bangsa dapat memberikan pembangunan yang dilakukan secara berkelanjutan dengan intellectual conscience.

Seperti bisa mendiagnosis, membedakan, membandingkan, dan menuntaskan anomali sosial terhadap pengaruh narkoba atau hal-hal yang harus dilarang.

Pengetahuan itu sangat penting demi terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT karena atas berkat intellectual conscience yang dimiliki oleh generasi bangsa dapat memajukan bangsa secara maksimal.

Penulis: Siti Zaenab Fitriani
Peserta Advance Training (LK III ) HMI Badko Sumatera Utara

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Generasi Bangsa Harus Tersalamatkan dari Bahaya Narkoba!

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top