Selasa, 11 Desember 2018 |
News Room - Peristiwa

FPUI Banten: Tangkap dan Penjarakan 'BU SUK MAWATI'

Jumat, 06 Apr 2018 | 18:04 WIB Dibaca: 673 Pengunjung

Massa yang tergabung dalam Forum Persaudaraan Umat Islam (FPUI) Banten, Jumat (4/6/2018) siang, menggelar aksi unjuk rasa memprotes Sukmawati Soekarnoputri karena puisi 'Ibu Indonesia' yang dinilai melecehkan Islam. (Foto: POROS.ID)

SERANG, [NEWSmedia] - Massa yang tergabung dalam Forum Persaudaraan Umat Islam (FPUI) Banten, Jumat (4/6/2018) siang, menggelar aksi unjuk rasa memprotes Sukmawati Soekarnoputri yang membacakan puisi 'Ibu Indonesia' yang dinilai melecehkan Islam. FPUIB merupakan gabungan lebih dari 200 ormas Islam di Banten.

Aksi unjuk rasa dimulai dari Masjid Agung At-Tsauroh Serang. Massa melakukan long march melewati kawasan perdagangan Royal dan Pasar Lama menuju Alun-Alun Kota Serang. Massa berunjuk rasa di jalan lintas depan Pendopo Bupati Serang.

Massa tidak hanya laki-laki, tetapi para ibu dan remaja ikut berdemo menuntut aparat menangkap dan memenjarakan adik kandung Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang juga merupakan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kota Serang, Nasehudin yang ikut dalam aksi tersebut menegaskan, ada dua bait pada puisi Sukmawati yang dinilai melecehkan Islam. Pertama yakni bait 'Aku tak tahu syariat Islam, yang aku tahu hanyalah sari konde Ibu Idonesia sangatlah indah, lebih cantik dari cadar dirimu'. Kedua, bait berbunyi 'Aku tak tahu syariat islam, yang kutahu suara kidung ibu Indonesia sangatlah elok, lebih merdu dari lantuanan suara adzanmu'.

"Kami meminta kepada aparat penegak hukum agar menangani perkara ini dengan tegas dan adil sebagaimana penindakan terhadap aktivis islam, yang semua menyelesaikan perkaranya lewat pengadilan," kata Nasehudin.

Selain itu, melalui aksi ini massa meminta Kementerian Agama RI agar bisa menunjukkan keberpihakannya terhadap umat islam serta tidak mengeluarkan keputusan yang menimbulkan kontroversi dan kegaduhan. Nasehudin pun mengakak semua ormas dan aktivis Islam untuk kompak dan tidak saling melemahkan antara umat Islam yang satu dengan yang lainnya dalam menyikapi persoalan tersebut.

"Kami mengutuk keras tindakan penghinaan pelecehan terhadap syariat islam yang dilakukan oleh Sukmawati lewat puisi yang dibacakannya. Maka kami pun menyerukan kepada semua Ormas dan aktivis umat Islam agar bersatu untuk mendorong perkara ini  kepada jalur pengadilan dan tidak mengeluarkan pernyataan yang saling melemahkan," tukasnya.

Di tengah massa aksi, Kapolres Serang, AKBP Komaruddin turut menyampaikan dukungannya, "Kami selaku aparat keamanan, mendukung penuh aksi damai ini. Juga kami mengimbau untuk saling menghormati dan menjaga persatuan agar tujuan aksi berjalan dengan lancar, dan yang pasti kami akan turut serta menjaga keamanan aksi" tutur Komaruddin.

KH Hikmat, perwakilan FPI Lebak dalam orasinya mengatakan, aksi ini merupakan bentuk protes kaum muslimin di Banten atas pembacaan puisi berjudul 'Ibu Indonesia' oleh Sukmawati Soekarnoputri.

"Para kaum muslimin, kita harus bersatu, jangan mau dipecah belah, jangan lemah jika agama kita dihinakan, jangan takut jika membela kebenaran. Kepada Sukmawati Soekarnoputri kami mengutuk keras pembacaan puisi Ibu Indonesia yang telah menghina agama Islam" Pungkas Hikmat dalam orasinya yang berapi-api.

Dalam aksi ini, massa membawa spanduk dan poster yang berisi tuntutan agar Sukmawati Soekarnoputri diproses hukum. Sejumlah spanduk dan poster memuat tulisan Tangkap dan Penjarakan 'BU SUK MAWATI' ; Adili 'BU SUK MAWATI'. [poros/sbs/ahi]

Penulis: Ahmad Hifni-redaksi
Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

FPUI Banten: Tangkap dan Penjarakan 'BU SUK MAWATI'
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top