Kamis, 16 Juli 2020 |
News Room

FKPT Gandeng Blogger Banten Redam Ujaran Kebencian di Medsos

Rabu, 15 Agt 2018 | 12:35 WIB Dibaca: 549 Pengunjung

Dialog FKPT Bersama Komunitas Blogger se-Banten di di Hotel Horison Altama Pandeglang, Rabu (15/8/2018).*

PANDEGLANG, [NEWSmedia] - Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Banten menggandeng para blogger asal Banten untuk meredam ujaran kebencian yang beredar di media sosial.

Ketua pelaksana, Toni Anwar Mahmud mengatakan, output yang ingin dicapai pada kegiatan tersebut adalah adanya pelibatan masyarakat dalam pencegahan terorisme dan tersampaikannya materi-materi mengenai pencegahan radikalisme dan terorisme kepada publik serta terhimpunnya kelompok masyarakat yang dapat melaksanakan kegiatan kontra radikalisasi dalam upaya mendukung upaya role model pencegahan radikalisme dan terorisme pemerintah Provinsi Banten.

"Dan outcome yang diharapkan adalah meningkatnya daya tangkal masyarakat terhadap pengaruh paham radikal dan terorisme dan meningkatnya peran serta masyarakat, khususnya dalam penggunaan media social dalam rangka sinergi pencegahan terorisme di daerah," kata Toni di Hotel Horison Altama Pandeglang, Rabu (15/8/2018).

Sementara itu, Ketua FKPT Banten Brigjen. Pol (Purn) Rumiah menjelaskan, masalah radikalisme merupakan persoalan nasional yang mengancam keutuhan negara, sehingga masyarakat perlu berpartisipasi aktif dalam melakukan pencegahan paham tersebut, khususnya di Provinsi Banten.

"Beberapa catatan menunjukan jumlah orang yang terpapar paham radikal relatif berkembang salah satunya disebarkan melalui media sosial yang dapat di akses oleh semua kalangan masyarakat, sehingga dirasa sangat diperlukan adanya upaya-upaya pencegahan," kata Rumiah.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (kesbangpol) Provinsi Banten Ade Ariyanto menuturkan, banyak pihak yang memanfaatkan teknologi informasi untuk menyebarkan konten-konten negatif, diantaranya pemanfaatan tema seputar sentimen keagamaan di dunia maya.

"Kelompok itu biasanya menyebarkan konten-konten negatif yang berisi kebencian, hasutan, fitnah dan ajakan kekerasan dengan menggunakan klaim-klaim agama sebagai alat pembenarannya," kata Ade.

Ade juga mengimbau kepada para peserta agar memahami akan pentingnya perilaku yang baik dan benar dalam menyikapi ujaran kebencian di media sosial terutama yang berdampak timbulnya paham radikalisme yang berujung teorisme.

"Kami juga mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama melakukan berbagai cara mencegah lahirnya generasi yang radikal," pungkasnya. [rls]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

FKPT Gandeng Blogger Banten Redam Ujaran Kebencian di Medsos
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top